Jakarta Kunci Koalisi Gerindra, PKS dan PAN
- Edwin Firdaus - VIVA
Lalu bagaimana dengan PKS? Menurut Sohibul Iman, ketiga partai yakni Gerindra, PKS dan PAN memang masih mendapati adanya perbedaan antara mengusung poros baru atau justru mengarahkan dukungan pada dua pasangan yang ada yakni Khofifah-Emil Dardak dan Syaifullah Yusuf-Azwar Anas.
"InsyaAllah setelah tahun baru, kami akan punya kesimpulan terkait dengan Jawa Timur," kata Sohibul.
Pemanasan sebelum Pilpres 2019
Berbicara koalisi tiga partai besar ini, tentu tak terlalu sulit untuk membaca bahwa kolaborasi ini akan tetap bertahan hingga Pilpres 2019 mendatang. Sinyal itu juga disampaikan Prabowo saat menyambangai kantor DPP PKS Minggu malam kemarin.
Menurut Prabowo, kendati di beberapa daerah nantinya akan ada yang berbeda jalan, namun koalisi ini akan dipastikan kompak untuk kepentingan yang lebih besar. Tiga partai ini, masih menurut Prabowo, akan satu visi untuk kepentingan yang lebih besar yang tak lain adalah Pilpres 2019.
"Jadi kami tidak bisa langsung blek-blekan begitu saja. Kadang-kadang ya kami kumpul, kami bilang maaf ya pak di daerah A beda, tetapi garis besarnya satu jalan kok," kata Prabowo.
Hal senada juga diungkapkan Sohibul Iman yang mengaku sangat berharap koalisi dengan Gerindra dan PAN ini terjaga hingga Pilpres 2019.Â
"Saya kira itu saya harapkan (koalisi). Tapi tentu perjalanannya akan tergantung dari konstelasi politik hingga 2019," kata Sohibul.
"Memang kita melihat Pilkada 2018 itu adalah stepping stone pada pemilu 2019 dan mudah-mudahan bisa terpelihara," tambahnya.
Sebagai catatan, tiga partai ini sebenarnya juga punya 'masa lalu' yang sama saat bertarung di Pilpres 2014 silam. Saat itu, Gerindra, PKS dan PAN juga berkoalisi di satu kubu bersama partai-partai lain seperti Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Bulan Bintang mengusung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.