Teganya WhatsApp Campakkan BlackBerry dan Windows Phone
- REUTERS/Mark Blinch
Untuk beberapa ponsel dengan sistem operasi tanpa dukungan WhatsApp, maka konsekuensinya tidak akan mendapatkan pembaharuan fitur sehingga bisa aplikasi WhatsApp bisa mati total.
"Karena kami tidak lagi mengembangkan secara aktif untuk platform-platform ini, sebagian fitur mungkin dapat berhenti sewaktu-waktu," tegas WhatsApp.
Dengan jumlah pengguna yang makin tumbuh, WhatsApp memang percaya diri untuk bisa menghentikan dukungan pada platform usang.Â
Langkah meneruskan atau menghentikan dukungan layanan WhatsApp memang sepertinya mengikuti prinsip ada gula ada semut. Dalam konteks sistem operasi mobile, pada saat ini Android dan iOS merupakan platform yang paling laris di pasar, untuk itu wajar saja WhatsApp fokus pada dua sistem operasi itu dan meninggalkan sistem operasi lainnya.Â
Dari sisi jumlah pengguna, WhatsApp sudah menembus 1,3 miliar pengguna aktif bulanan pada akhir Juli 2017. Setahun sebelumnya, pengguna aktif bulanan WhatsApp sudah menembus semiliar pengguna.Â
Per Juli 2017, pengguna aktif harian WhatsApp mencapai 1 miliar. Trafik layanan WhatsApp kian tinggi, tercatat per bulan tersebut ada 55 miliar pesan terkirim per hari, 4,5 miliar foto yang dibagi per hari, serta 1 miliar video dibagi antarpengguna per harinya. Â
Selanjutnya...BlackBerry Ancang-ancang
BlackBerry ancang-ancang
Begitu WhatsApp mengumumkan menyetop dukungan ke perangkat Blackberry sampai akhir 2016, BlackBerry tak bisa berbuat banyak. Perusahaan ponsel asal Kanada itu awalnya berupaya mencari pengganti WhatsApp, namun belakangan pada pertengahan 2016, BlackBerry kala itu masih mengupayakan agar WhatsApp tetap mendukung pada platformnya.Â
"Lanskap aplikasi terus berevolusi, dan beberapa cara tidak selalu dalam kendali kami," tulis Manajer Pemasaran Senior BlackBerry, Lou Gazzola dikutip dari Cnet.
Eksekutif BlackBerry itu menuliskan, perusahaan merasa tidak puas dengan keputusan Facebook dan WhatsApp mengakhiri dukungan pada platform mereka. Rasa tak puas tersebut dilandasi karena banyak pengguna BlackBerry yang memaki kedua aplikasi populer tersebut. Meski tak puas, BlackBerry mengaku masih berupaya keras.
"Kami berjuang kembali untuk bekerja agar mengubah pandangan WhatsApp dan Facebook. Saat ini, keputusan mereka masih teguh," tulis dia.
Berakhirnya dukungan Facebook dan WhatsApp pada platform BlackBerry disambut dengan kekecewaan dari pengguna BlackBerry. Mereka menyuarakan keluhannya di Twitter. Misalnya pengguna bernama Leslie Clarke.