Duka Ditinggal Vokalis Legendaris Koes Plus
- ANTARA Foto/Muhammad Iqbal
"Pada saat itu kita sedang konfrontasi dengan Malaysia. Bung Karno saat itu tidak suka dengan segala bentuk new kolonialisme, new imperialisme. Nanti setelah kita digembor-gemborkan, 'Jangan seperti Koes Bersaudara itu. Ngak ngik ngok  elvis-elvisan.' Saya masih inget beliau pidato. Itu memang supaya didengar agar kita seolah-olah kita tuh memusuhi, ditangkap. Nanti kita akan dikirim ke sana, setelah diam-diam kita keluar dari penjara terus kita di sana kita bikin semacam gerakan ceritanya gitu," kata Yok Koeswoyo dalam acara Kick Andy dahulu.
Mereka pun bebas pada 29 September 1965, sehari sebelum peristiwa G30S/PKI.Â
![]()
Selang beberapa tahun kemudian, Nomo memutuskan untuk keluar dan menekuni bisnisnya. Yok pun ikut hengkang sehingga menyisakan Tonny dan Yon saja. Berdua mereka kemudian menggaet Murry dan Totok AR sehingga mengubah nama menjadi Koes Plus, artinya Koes bersaudara dengan dua orang di luar keluarga sedarah mereka. Namun, Totok AR tak bertahan lama dan Yok masuk kembali. Koes Plus pun kerap bongkar pasang personel, bahkan Koes Bersaudara sempat reunian lagi. Namun selalu ada Yon dalam segala format band Koes, apa pun itu.
Koes Plus berjaya di era 1970-an. Band ini jadi kiblat dan idola musisi-musisi setelahnya. Lagu-lagu yang tak pernah usang dimakan waktu lahir dan terus didendangkan hingga saat ini. Sebut saja beberapa di antaranya adalah Kolam Susu, Andaikan Kau Datang, Bujangan, Kapan-kapan, Diana, Tul Jaenak, dan masih banyak lagi lainnya.
Inspirasi Generasi Muda
Semasa hidupnya, Yon tak pernah menyerah pada nama besar tran Koeswoyo hingga ingin melahirkan para pewarisnya. Yon sempat membentuk Koes Plus Pembaruan di tahun 2004 dengan tiga personel muda lain yang digandengnya. Selain membawakan lagu-lagu lawas Koes Plus, grup ini juga sempat merilis lagu sendiri.
Anak-anak dari Koes Bersaudara pun memiliki darah seni yang mengalir dalam tubuh dan jiwa mereka, seperti Gerry Koeswoyo putra Yon dan Mirza Riadiani Kesuma atau lebih dikenal dengan Chicha Koeswoyo, putri Nomo.