Ramai Artis Indonesia Jadi Perancang Busana
Dia juga berkolaborasi dengan beberapa desainer lain mendirikan butik di New York, dengan nama Indonesia Fashion Gallery. Alhasil, namanya tak hanya dikenal di Indonesia, pemilik label Kia by Zaskia Sungkar itu juga sudah mengglobal.
Selain punya butik di negaranya Donald Trump, koleksi Kia juga sudah wara-wiri di pekan mode bergengsi dunia, seperti New York Couture Fashion Week pada 2015 silam dan London Fashion Week 2016. Koleksi busana muslimnya mendapat apresiasi positif di negara minoritas Muslim itu.
Asri Welas
Tak ada yang menyangka aktris yang selalu berhasil mengocok perut penonton dengan polahnya yang jenaka ini juga mendapat kesempatan yang sama dengan Kia di New York Couture Fashion Week 2015. Asri mengenalkan budaya Indonesia, dengan membawa koleksi busana pengantin dari 12 daerah bertema Bhinneka Tunggal Ika. Kerennya, koleksi kebaya Asri banyak dipuji dan disukai rakyat sana.
Wanita berusia 38 tahun ini memang sudah merancang busana sebelum bermain dalam komedi situasi yang melejitkan namanya. Pemilik nama asli Asri Pramawati ini telah melakoni profesi sebagai desainer sejak 2007, dengan mengawinkan hobi menjahit sejak kecil dan passion-nya di bidang fesyen.
Dia pun mendirikan House of Asri Welas, yang tidak hanya menjual busana dan kebaya, tapi juga sepatu dengan desain unik. Bintang Cek Toko Sebelah ini pun sempat dipercaya mendesain gaun pengantin sesama artis, seperti Ussy Sulistiawaty, Oki Setiana Dewi dan Fitri Tropica beberapa tahun lalu.
Mantan model yang pernah menjadi Sales Promotion Girl (SPG) tersebut dalam suatu kesempatan mengatakan bahwa bisnis fesyen menjanjikan. Tak cuma itu, bisnis ini, selain menyenangkan juga membantu banyak orang. Â
Zaskia Adya Mecca
Wanita cantik berhijab ini awalnya juga dikenal sebagai aktris sinetron dan film. Namun, pada 2012, desainer berusia 30 tahun itu mengajak kakaknya, Tasya Nur Medina merilis label busana muslim bernama Meccanism.
Alasannya memilih jadi perancang busana sebelas-dua belas dengan Zaskia Sungkar. Dia yang saat itu telah menikah, ingin menjadikan keluarga sebagai prioritas, namun tetap ingin berkarya. Dan fesyen menjadi pilihan karena sesuai dengan passion-nya dan solusi dari kesulitan menemukan busana yang pas untuk dipakai.