Ramai Artis Indonesia Jadi Perancang Busana
Wanita yang dahulu kerap memberikan tutorial hijab ini memiliki garis desain simpel dan kasual dalam setiap rancangannya. Koleksinya yang beberapa kali melenggang di fashion show Tanah Air atau di beberapa pameran dan department store memiliki harga terjangkau.
Beberapa waktu lalu, istri sutradara Hanung Bramantyo itu menjelaskan alasannya membanderol harga murah pada setiap karyanya. Dia ingin rancangannya bisa dikenakan semua kalangan.
"Tidak ada yang Rp500 ribu. Paling mahal Rp400 ribu, karena aku sendiri mikir kalau ada baju harganya Rp400 ribu," kata bintang Surga Yang Tak Dirindukan itu.
Shandy Aulia
Artis yang populer berkat perannya sebagai Tita di film remaja Eiffel I'm in Love itu ternyata juga memiliki bakat dalam dunia rancang pakaian. Wanita 30 tahun ini memulai karier menjadi desainer sejak 2004 silam.
Alasannya tertarik di dunia fesyen sama seperti kebanyakan artis lain yang terjun menjadi desainer. Passion. Selain dunia seni, dunia fesyen baginya sangat menyenangkan.
Dengan label Shandy Aulia Collection (SA Collection), garis desainnya simpel, berwarna cerah dan girly. Kendati label itu sudah lahir sejak 2004, namun istri David Herbowo ini baru meresmikannya pada 2013 silam dalam fashion show tunggalnya.
Sukses dengan koleksi daily wear dan sleepwear, tak membuat Shandy puas. Dia pun mendesain gaun pengantin, dengan garis rancangan simpel namun cantik.
Kompetisi Makin Sengit
Sejatinya, dunia hiburan tak selamanya bisa menjadi andalan. Ada masanya, artis menjadi tenar namun ada kalanya popularitasnya kelar. Mengantisipasi hal itu, banyak artis banting setir atau bikin usaha sampingan.
Salah satu lahan yang paling laris manis dilirik artis adalah bisnis fesyen. Dan semakin banyaknya artis yang kepincut jadi desainer membuat industri ini kian ramai. Di sisi lain, persaingan di dunia ini pun makin sengit.
Bertambahnya pesaing memaksa desainer harus lebih kreatif dan berciri khas supaya karyanya tetap laris, dan bisa bertahan. Positifnya, kompetisi sengit tak jarang melahirkan desainer handal.
"Banyak pesaing, otomatis banyak tantangan, kita harus lebih kreatif dan punya ciri khas kuat agar produk kita laku dan diminati pembeli, yang tentunya memacu lahirnya desainer-desainer mumpuni," kata desainer dari Indonesia Fashion Chamber (IFC), Sudarna Suwarsa kepada VIVA.