Pertaruhan Nasib Donald Trump
- Yahoo Finance
Kendati demikian, untuk memenangi pemakzulan maka Demokrat harus mendapatkan suara dua per tiga. Untuk itu setidaknya dibutuhkan 20 anggota Partai Republik yang setuju pemakzulan. Artinya hal tersebut bukan perihal gampang.
Siapa Saja yang Pernah Akan Dimakzulkan
Dalam sejarah AS, sebenarnya hanya ada dua presiden yang dimakzulkan dan itu pun tidak sampai harus meninggalkan Gedung Putih. Andrew Jackson pada 1868 dan Bill Clinton tahun 1998 sebagaimana dilansir History.com. Sementara itu, dua orang lainnya, kasusnya tak sampai hingga Senat.
Â
Selanjutnya, dua orang presiden yang pernah digulirkan dalam pemakzulan secara formal yaitu Richard Nixon dan Donald Trump. Sebenarnya tak sedikit presiden AS yang diancam akan dimakzulkan. Namun, pada kenyataannya tak pernah digulirkan di Kongres. Hanya gertakan tinggal gertakan.
Andrew Jackson dimakzulkan karena mencopot menteri Perang AS saat itu, Edwin Stanton. Bill Clinton dimakzulkan dalam kasus skandal dengan Monica Lewinsky yang merupakan pegawai magang di Gedung Putih.
Clinton disebutkan berbohong atas skandalnya tersebut. Namun, saat di Senat dia bebas dari tuduhan itu lantaran Senat kala itu didominasi Demokrat.
Â
Lain lagi dengan Richard Nixon yang lalu langsung mengumumkan pengunduran diri pada tahun kedua periode keduanya sebagai presiden. Nixon terjerat skandal Watergate. Pada 29 Juli 1974, sebanyak 28 dari 38 anggota Komite Hukum DPR memilih dia dimakzulkan. Namun sebelum proses itu berlanjut, Nixon memilih mundur.
Maka cerita tentang Trump masih dinantikan ujungnya. Meski bisa diprediksi, pemakzulan ini tak harus sampai melengserkan presiden yang didukung mayoritas di Senat yang akan menjadi gawang terakhir pemakzulan.
![]()
Â
Bahkan, lembaga survei sudah kembali mengukur bahwa Trump tak mustahil menang kembali di pemilu tahun depan. Laporan American Values Survey 2019 yang merupakan survei oleh Public Religion Research Institute diadakan sejak 22 Agustus hingga 15 September 2019. Hasil survei menunjukkan dukungan politik dan masyarakat AS terhadap presiden kontroversial itu masih cukup besar.
Setidaknya 45 persen simpatisan Republik merupakan warga yang tak mengenyam pendidikan tinggi dan cukup suka dengan Trump. Kemudian, 55 persen responden menjadikan Fox sebagai referensi yang tak lain adalah media terafiliasi dengan keluarga Trump tersebut dilansir Business Insider.