Survei: Pandemi dan Ramadhan, Kecemasan-Depresi Meningkat di Indonesia

Ilustrasi depresi.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu umat Muslim. Ramadhan menjadi momen introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik, salah satunya menjadi pribadi yang ikhlas. 

img_title Masih Ingat Jelita Bahar? Anak Anisa Bahar Kini Alami Gangguan Mental hingga Takut Mati

Tak cuma itu, Ramadhan bahkan menjadi salah satu tantangan, bagaimana kita mengatur keuangan. Terlebih di tengah pandemi COVID-19 dan saat bulan Ramadhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harumi Supit, Head of Corporate Communication OVO pada kesempatan Konferensi Pers Virtual OVO #RaihIkhlas mengungkapkan, untuk mendukung masyarakat, pihaknya pun melakukan survei untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecemasan masyarakat  dan tingkat depresei masyarakat di tengah pandemi.

img_title Menkes Ungkap Hampir 10% Anak di Indonesia Alami Depresi dan Anxiety Disorder

Psikolog, Irma Gustiana pun mengakui, di tengah pandemi ini apalagi berbarengan dengan bulan Ramadhan, banyak persoalan muncul. 

“Banyak persoalan bermunculan selama pandemi ini. Bukan hanya masalah kesehatan, ini juga mengubah hampir seluruh lini kehidupan, termasuk perekonomian bahkan psikologis seseorang."  kata Psikolog Irma Gustiana A, S.Psi, M.Psi lewat acara Konferensi Pers Virtual OVO #RaihIkhlas dan Survei Perilaku Konsumen saat Ramadhan, Selasa, 13 April 2021.

img_title Berapa Hari Lagi Menuju Ramadhan 2026?

Dari kecemasan tersebut, dilakukanlah survei. Berdasarkan data Lembaga Penelitian SurveyMeter, pada akhir Mei 2020 tingkat kecemasan dan depresi penduduk Indonesia pada masa pandemi meningkat, 55 persen mengalami gangguan kecemasan dan 58 persen mengalami gangguan depresi.

"Ketidakikhlasan dalam menerima masalah, takdir, atau apa yang ada dalam hidup akan menghalangi kebahagiaan dan menurunkan kualitas hidup, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, berupayalah untuk ikhlas, sabar, dan senantiasa bersyukur,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, diberitahukan juga survei perilaku masyarakat Indonesia terkait pengelolaan keuangan di bulan Ramadhan dan masa pandemi.

Tujuan dilakukannya survei ini adalah ingin mengetahui perilaku masyarakat Indonesia dalam pengelolaan keuangan di bulan Ramadhan khususnya di masa pandemi. Dan survei tersebut mengungkap beberapa fakta, antara lain:

1.  6 dari 10 orang mengaku sulit mengatur keuangan selama Ramadhan, terlebih karena pandemi dimana kebutuhan cenderung lebih banyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. 52 persen orang menggunakan dana darurat yang ditarik dari tabungan/ investasi guna memenuhi kebutuhan saat Ramadhan.

3. 4 dari 10 orang melenceng jauh dari rencana awal terkait perencanaan keuangan saat Ramadhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut