Rukun, Syarat & Keutamaan Itikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan

Itikaf akhir Ramadhan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

VIVA – Itikaf di sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan menjadi salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan dibandingkan malam lainnya.

img_title AS Harus Penuhi 7 Syarat Iran Buat Mulai Perundingan

Beberapa pendapat mengatakan amalan ini dilakukan untuk menyambut malam Lailatul Qadar. Dan bila dilakukan dengan khusyuk dan sepenuh hati kepada Allah SWT, maka akan membuat kita makin dekat dengan-Nya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dr. Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi dalam bukunya, 'Itikaf Penting dan Perlu' mengatakan, itikaf berasal dari bahasa Arab 'akafa yang bermakna menetap, mengurung diri atau terhalangi.

img_title Iran Ajukan 7 Syarat ke AS untuk Buka Selat Hormuz

Menurut istilah syar'i masyhur di kalangan ulama dan fuqaha, itikaf adalah menetap atau berdiam dalam masjid disertai puasa dan adanya niat.

Perintah itikaf disebutkan dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 125
Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

img_title Iran Ancang-ancang Buka Selat Hormuz, AS Harus Penuhi Sejumlah Syarat Ini!

Tata Cara Itikaf:
Menurut hadits nabi sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari, Muslim, dan Ashabus Sunan, waktu pelaksanaan itikaf dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Ibnu Umar ra berkata: "Adalah Rasulullah SAW dahulu menjalankan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari, Muslim, dan Ashabus Sunan)

Sementara itu, masih dalam buku yang sama, berdasarkan ijma para ulama, kesunnahan melakukan itikaf pada hari-hari biasa disepanjang tahun merupakan bentuk taqarrub (ketaatan) kepada Allah SWT dan ibadah nawafil (tambahan) yang akan mendatangkan pahala bagi yang melakukan.

Sebelum menjalankan ibadah ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagaimana menjadi kesepakatan para ulama.

Rukun melaksanakan I’tikaf:
1. Niat
2. Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tuma’ninah shalat
3. Masjid
4. Orang yang beri’tikaf

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Syarat orang yang melaksanakan I’tikaf:
1. Islam
2. Berakal Sehat
3. Bebas dari Hadas Besar

Jadi orang-orang yang melaksanakan I’tikaf tetapi tidak memenuhi syarat-syarat di atas, maka dianggap tidak sah.
Sementara itu, tata cara pelaksanaan itikaf diawali dengan niat. Adapun bacaan niat itikaf sebagai berikut,

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut