Ingin Turun Berat Badan Saat Ramadhan? Hindari Beberapa Kesalahan Ini
- U-Report
VIVA –Ramadhan adalah waktu untuk memperdalam spiritualitas, menjalankan ibadah puasa, dan mempererat kebersamaan dengan sesama. Namun, bagi sebagian orang, bulan ini juga bisa menjadi tantangan dalam menjaga pola makan sehat dan mengontrol berat badan.
Meskipun puasa berpotensi membantu menurunkan berat badan, kebiasaan makan yang kurang tepat selama Ramadan justru bisa menyebabkan berat badan naik.
Untuk memberikan panduan yang tepat tentang cara menjaga kesehatan selama Ramadhan, ahli gizi klinis di Mediclinic Parkview Hospital, Dubai, Dr. Mona Joumaa membagikan beberapa penjelasan penting tentang cara berpuasa dengan lebih bijak, menghindari makan berlebihan, serta memilih makanan yang lebih sehat.
Melansir laman Alarabiya, Kamis 5 Maret 2026, Jouma menjelaskan bahwa puasa Ramadan sebenarnya bisa membantu menurunkan berat badan. Tetapi hal ini sangat bergantung pada pilihan makanan dan pengaturan porsi makan. Puasa secara alami membatasi waktu makan, sehingga berpotensi menciptakan defisit kalori. Namun, penurunan berat badan hanya terjadi jika jumlah kalori yang masuk tetap lebih sedikit dibandingkan energi yang dikeluarkan tubuh.
"Dalam 12–24 jam pertama berpuasa, tubuh biasanya menggunakan cadangan glikogen (karbohidrat yang disimpan di hati dan otot) sebagai sumber energi. Setelah cadangan glikogen habis, tubuh mulai memecah lemak untuk dijadikan energi, sehingga lemak menjadi sumber bahan bakar alternatif bagi tubuh," kata dia.
Joumaa menjelaskan ada beberapa kesalahan yang sering terjadi selama Ramadan hingga menyebabkan kenaikan berat badan. Pertama terkait dengan porsi makan yang berlebihan saat berbuka karena rasa lapar setelah seharian berpuasa.
"Terlalu banyak mengonsumsi makanan gorengan, makanan manis, dan karbohidrat olahan. Misalnya, satu buah samosa mengandung sekitar 120 kalori. Banyak orang biasanya makan setidaknya tiga buah, sehingga totalnya mencapai sekitar 360 kalori atau hampir setara dengan satu porsi makan," kata dia.
Kesalahan kedua adalah mengonsumsi minuman manis khas Ramadan seperti jellab, minuman asam jawa, atau licorice, dibandingkan minum air putih. Ketiga, kurangnya aktivitas fisik karena merasa lelah saat berpuasa dan terakhir melewatkan sahur, yang justru dapat memperlambat metabolisme tubuh.