Bukan Hanya Puasa Sunah, Ini Hal Istimewa yang Terjadi pada Hari Senin
- Ilustrasi AI Gemini
Jakarta, VIVA –Banyak umat Islam yang memulai hari Senin dengan tidak gembira, setelah beristirahat di hari Ahad, memulai aktivitas pekerjaan rutin Kembali di Senin memang terasa berat. Untuk mengingatkan hari Senin banyak terjadi peristiwa peristiwa terbaik dalam sejarah Islam. Berikut sejumlah kejadian penting yang terjadi pada hari Senin.
Dari Buku Inilah Kisah Sang Rasul, Sejarah Nabi Muhammad dan Buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 2 oleh Prof. Dr Ali Muhammad Ash-Shallabi, disebutkan Rasulullah lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun 571 Masehi di Kota Makkah. Kelahiran Rasulullah ditandai dengan beberapa peristiwa besar seperti tanah di sekitar Makkah menjadi subur dan pohon-pohon rimbun serta berbuah lebat. Api suci yang dipuja-puja oleh kaum majusi di kuil pemujaan juga tiba-tiba padam. Tak hanya lahir, Rasulullah SAW juga wafat di hari Senin, pada usia 63 tahun pada tahun ke 11 hijriah.
Saat Rasulullah SAW wafat, kaum muslimin terguncang hebat hingga ada yang pingsan dan ada yang tidak bisa berkata-kata.
Saat Umar bin Al-Khathab dikejutkan oleh berita kematian Rasulullah, ia mengancam siapapun yang menyatakan nabi wafat, ia berkata, "Beliau tidak wafat tapi berpulang menuju Rabb, seperti halnya Musa bin Imran, ia pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari setelah itu kembali lagi, sungguh Allah akan mengembalikan Rasulullah seperti kembalinya Musa. Sungguh tangan dan kaki siapa pun yang mengatakan Rasulullah wafat akan dipotong."
Mendengar hal itu, Abu Bakar datang dengan mengendarai kuda dari tempat tinggalnya di sana. Setelah itu turun dan memasuki masjid. Ia memasuki kediaman Aisyah, Abu Bakar lalu mengusap-usap wajah Rasulullah yang saat itu tengah mengenakan jubah. Abu Bakar membuka wajah Rasulullah. Setelah itu, Abu Bakar tertelungkup mencium beliau dan menangis.
Setelah itu Abu Bakar berkata, "Umar, duduklah." Dan Abu Bakar berdiri menyampaikan khutbah di hadapan khalayak, dan menyampaikan sebuah ayat dari Al-Qur'an Surah Ali-Imran ayat 144:
وَمَا مُحَمَّدٌ اِلَّا رَسُوْلٌۚ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۗ اَفَا۟ىِٕنْ مَّاتَ اَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ ۗ وَمَنْ يَّنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَّضُرَّ اللّٰهَ شَيْـًٔا ۗوَسَيَجْزِى اللّٰهُ الشّٰكِرِيْنَ
Arab Latin: Wa mā muḥammadun illā rasūl(un), qad khalat min qablihir-rusul(u), afa'im māta au qutilanqalabtum 'alā a'qābikum, wa may yanqalib 'alā 'aqibaihi falay yaḍurrallāha syai'ā(n), wa sayajzillāhusy-syākirīn(a).