Viva.co.id: Berita Hari Ini Terbaru Terkini dan Terpopuler

img_title

Yosep Stanley Adi Prasetyo

20 Juni 1959
s/d
Sekarang
img_title img_title
Jurnalis dan aktivis tak bisa dipisahkan dari sosok Yosep Stanley Adi Prasetyo. Perlawanannya terhadap penguasa Orde Baru lewat tulisannya ia terancam dipenjarakan. Namun, semangatnya untuk memperjuangkan kebebasan pers, kebebasan berserikat memantapkan dirinya di dunia ini. Era Reformasi bergulir mengantarkan dirinya memimpin Komnas HAM dan Dewn Pers.

Peran Yosep Stanley Adi Prasetyo kali ini berbeda. Kalau sebelumnya, ia bergerilya menuntut kebebesan pers, kini ia harus menjaga dan merawat kebebasan pers dalam koridor kode etik demi peradaban bangsa ini.

"Pers harus merawat kewarasan bangsa ini," pesan Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo  saat akan membuka National Assessment Council Indeks Kemerdekaan Pers Indonesia, Jakarta, Rabu (11/10/2016).

Yosep Stanley Adi Prasetyo atau lebih dikenal Stanley lahir di Kota Malang, 20 Juni 1959. Masa kecilnya dihabiskan di kota kelahirannya. Usai menamatkankan sekolah menengah di SMAK St. Albertus, Malang, Stanley dalam usia 21 melanjutkan kuliah di Teknik Elektronik Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Lulus dari Satya Wacana, pada 1988, ia teruskan mengabdi di almamaternya. Ia sudah menjadi dosen sejak empat tahun saat ia masih kuliah di sini. Setahun dari kelulusannya, ia tertarik dunia jurnalistik. Pada tahun 1990, ia menjadi wartawan Majalah Jakarta-Jakarta.

Di tengah kesibukannya menjadi jurnalis, pada tahun 1994, ia bersama teman-teman jurnalis dan aktivis lainnya mendirikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sebagai perlawanan atas rezim Orde Baru yang hanya mewajibkan seluruh wartawan bergabung dengan organisasi PWI.

Sejak itu, Stanley hidup antara jurnalis dan aktivis. Ia dan teman-teman lainnya menjadi incaran rezim Orde Baru untuk dipenjarakan.
Bahkan ia menjadi salah satu target penangkapan pemerintah saat bukunya beredar Memoar Oei Tjoe Tat, Bayang-Bayang PKI, dan Saya Musuh Politik Soeharto. Yang pasti ia juga menjadi salah satu dari 13 wartawan yang dipecat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Meski dikekang dan dibatasi aktivitasnya, ia tetap berjuang untuk kebebesan berpendapat, kebebasan pers, dan kebebesan berorganisasi. Stanley tetap berjuang dan berkarier di dunia media dan aktivis.

Ia pun mulai membangun pelatihan jurnalistik di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) Jakarta, School for Broadcast Media (SBM) hingga menjadi
Direktur PT MELIN yang membawahi KBR 68H dan Radio Namlapan.

Pada tahun 2000, Stanley mulai konsentrasi tak hanya soal pers, tapi juga soal HAM. Namanya, mulai diterima oleh pihak pemerintah. Ia menjadi narasumber berbagai seminar tentang keebasan dan HAM. Bahkan pada tahun 2005, ia menjadi Tim Pokja Reformasi POLRI yang dibentuk POLRI-Kemitraan dan ikut menyusun academic paper Konsep Pertahanan Republik Indonesia.

Kariernya terus berlanjut, saat ia terpilih menjadi komisioner KOmnas HAM periode 2007-2012. Pada peride berikutnya, ia kembali mencalonkan tapi gagal. Tak menjadi angota Komnas kedua kalinya bukan segalanya. Ia  diusulkan oleh masyarakat untuk menjadi anggota Dewan Pers. Ia pun terpilih periode 2013-2016.

Pada periode berikutnya, Stanley lolos uji kelayakan yang digelar DPR RI, dan kembali berjuang di Dewan Pers untuk periode 2016-2019. Dalam rapat pleno yang dihadiri sembilan anggota, Stanley menjadi Ketua Dewan Pers menggantikan Prof. Bagir Manan.

PENDIDIKAN

SMAK St. Albertus, Malang
S1, Fakultas Teknik Jurusan Elektro Uni versitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah (1980-1988)

KARIER

Pengajar di Fakultas Teknik Universitas Kristen Satya Wacana (1984-1989)
Wartawan Majalah Jakarta-Jakarta (1990-1994)
Pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI), 1994
Koordinator Program Bidang Media Alternatif di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) Jakarta (1995-1999)

Dosen Fikom Universitas Tarumanagara, Jakarta
Anggota Tim Adhoc Kerusuhan 13-14 Mei 1998 (2003)
Dosen Universitas Kristen Satya Wacana
Anggota Tim Adhoc Kerusuhan 13-14 Mei 1998 (2003)
Anggota Pokja Reformasi Polri (2003)
Anggota Majelis Etik AJI (2003-2005)
Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Jakarta (2007-)
Anggota Kehormatan Seumur Hidup Aliansi Jurnalis Timor Leste (AJTL)
Direktur School for Broadcast Media (SBM)
Direktur PT MELIN yang membawahi KBR 68H dan Radio Namlapan
Direktur Eksekutif Institut Studi Arus Informasi (ISAI)
Wakil Ketua dan Komnas HAM 2007-2012
Anggota Dewan Pers 2013-2016
Ketua Dewan Pers 2016-2019


Berita Terkait
Dewan Pers Sayangkan Penganiaya Jurnalis Tempo Tidak Ditahan

Dewan Pers Sayangkan Penganiaya Jurnalis Tempo Tidak Ditahan

Nasional

12 Januari 2022
Ini Wartawan dan Media Pemenang Anugerah Dewan Pers 2021

Ini Wartawan dan Media Pemenang Anugerah Dewan Pers 2021

Nasional

10 Desember 2021
TADEX Bagian dari Membangun Kedaulatan Digital

TADEX Bagian dari Membangun Kedaulatan Digital

Digilife

26 November 2021
AMSI Ajukan Permohonan Pihak Terkait dalam Pengujian UU Pers di MK

AMSI Ajukan Permohonan Pihak Terkait dalam Pengujian UU Pers di MK

Nasional

5 November 2021
Ridwan Kamil Klaim Kemerdekaan Pers di Jawa Barat Naik

Ridwan Kamil Klaim Kemerdekaan Pers di Jawa Barat Naik

Nasional

22 Oktober 2021
Aturan Digital Disiapkan, Media dan Platform Harus Saling Untung

Aturan Digital Disiapkan, Media dan Platform Harus Saling Untung

Nasional

19 Oktober 2021
Dewan Pers Gelar Anugerah Jurnalistik 2021, Ini Kategorinya

Dewan Pers Gelar Anugerah Jurnalistik 2021, Ini Kategorinya

Nasional

23 September 2021
Dewan Pers Temukan Banyak Produk Jurnalistik yang Dibawa ke Pidana

Dewan Pers Temukan Banyak Produk Jurnalistik yang Dibawa ke Pidana

Nasional

2 September 2021
Jurnalis di Makassar Dikriminalisasi Gara-gara Berita Korupsi

Jurnalis di Makassar Dikriminalisasi Gara-gara Berita Korupsi

Nasional

8 April 2021
Dewan Pers Kutuk Penganiayaan Keji terhadap Jurnalis Nurhadi

Dewan Pers Kutuk Penganiayaan Keji terhadap Jurnalis Nurhadi

Nasional

31 Maret 2021
DPR: Saatnya Dewan Pers Mengetuk Pintu Istana

DPR: Saatnya Dewan Pers Mengetuk Pintu Istana

Nasional

9 Februari 2021
Doni Monardo Dapat Medali Emas dari Dewan Pers

Doni Monardo Dapat Medali Emas dari Dewan Pers

Nasional

9 Februari 2021
Dewan Pers: Kasus Pemerasan 3 Oknum Wartawan di Sintang Pidana

Dewan Pers: Kasus Pemerasan 3 Oknum Wartawan di Sintang Pidana

Kriminal

9 Februari 2021
Wabup Jeneponto Laporkan Jurnalis ke Polisi karena Pemberitaan

Wabup Jeneponto Laporkan Jurnalis ke Polisi karena Pemberitaan

Nasional

4 Januari 2021
Bareskrim Kirim Surat ke Dewan Pers Terkait Wartawan Edy Mulyadi

Bareskrim Kirim Surat ke Dewan Pers Terkait Wartawan Edy Mulyadi

Metro

18 Desember 2020
Relawan Jokowi Laporkan Najwa Shihab, Polisi Arahkan ke Dewan Pers

Relawan Jokowi Laporkan Najwa Shihab, Polisi Arahkan ke Dewan Pers

Nasional

6 Oktober 2020
Empat Sifat Nabi Muhammad yang Harus Dimiliki Wartawan

Empat Sifat Nabi Muhammad yang Harus Dimiliki Wartawan

Nasional

5 Oktober 2020
bank bjb Sampaikan Hak Jawab Atas Pemberitaan Rumah Cagar Budaya

bank bjb Sampaikan Hak Jawab Atas Pemberitaan Rumah Cagar Budaya

Nasional

3 Juli 2020
Gayus Lumbuun: Terlalu Berlebihan Laporkan Mantan Kepala BIN ke Polisi

Gayus Lumbuun: Terlalu Berlebihan Laporkan Mantan Kepala BIN ke Polisi

Nasional

17 Juni 2020
AMSI Desak Sengketa Pemberitaan Diselesaikan Melalui Dewan Pers

AMSI Desak Sengketa Pemberitaan Diselesaikan Melalui Dewan Pers

Nasional

28 Mei 2020
Share :