Pemerintah Terus Genjot Program Bekerja Berbasis Pertanian
Tri Harsi juga memastikan bahwa penerima bantuan akan mendapatkan pendampingan. “Tidak hanya memberikan bantuan, masing-masing RTM akan diberikan penyuluhan selama 5-6 bulan setelahnya,” katanya.
Selain Jawa Timur dan Banten, Kementan akan menggencarkan pelaksanaan program BEKERJA di 8 provinsi lainnya yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.
Program ini mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Bupati Jember Faida menyebutkan Kementan dalam program BEKERJA ini tidak sekadar ‘memberikan kail’, namun juga membangun sumber daya manusia (SDM) melalui pendampingan.
“Program ini insya Allah akan tepat dan efektif. Kalau pengetahuan meningkat, maka bantuan tidak perlu diberikan seterusnya,” ungkapnya di sela peluncuran Program BEKERJA di Dusun Sumber Nangka, Desa Sukogidri, Kecamatan Ledok Ombo, Mei lalu. Faida memprediksi, jika 21.941 RTM yang menerima bantuan ayam bisa merawat dengan baik, maka produksi telur Jember bisa bertambah 11.800 kilogram per tahun.
Konsep klaster yang dikembangkan dalam program BEKERJA ini juga disebut sebagai sebuah terobosan yang dipercaya akan mengangkat perekonomian daerah. Rencana Kementan dalam menjadikan Tana Toraja sebagai ‘Kabupaten Penghasil Kopi’ contohnya, mendapat dukungan penuh dari Pemkab Tana Toraja. Saat menerima bantuan program BEKERJA pada April lalu, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae mengungkapkan apresiasinya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Mentan yang telah mendukung Kabupaten Tana Toraja sebagai Kabupaten Kopi. Ini langkah terobosan yang sangat kami hargai,”ucap Biringkanae. Sebagai langkah awal memperkuat produksi kopi Tana Toraja, Kementan telah menyerahkan 500 ribu pohon kopi beserta pupuknya.