PT Arkadia Digital Media Tbk Resmi Terima Pendanaan MDIF
Bagian dari rencana ini, Suwarjono menambahkan, Perseroan tengah menyiapkan platform yang mengintegrasikan berita, informasi terverifikasi yang dibuat oleh para jurnalis, dengan jaringan komunitas, jaringan media lokal, dan layanan UMKM di berbagai daerah melalui platform news-commerce yang diharapkan akan menjadi salah satu model bisnis baru. Harapannya, keberlanjutan media di daerah akan semakin kuat.
Mengenai investasi di PT Arkadia Digital Media Tbk, MDIF menyambut baik persetujuan proses melalui forum RUPS. CEO MDIF, Harlan Mandel, mengatakan, "kami sangat senang dapat berinvestasi di PT Arkadia Digital Media Tbk dan untuk mendukung Perseroan terus menunjukkan pertumbuhannya. Investasi kami akan memungkinkan Perseroan untuk lebih mengembangkan konten dan jaringan regional, menyediakan lebih banyak berita dan informasi berbasis lokal yang menyoroti masalah-masalah yang mungkin terabaikan."
MDIF adalah lembaga dana investasi nirlaba yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Lembaga ini memberikan pembiayaan utang dan ekuitas kepada perusahaan media independen di negara-negara di mana akses ke media yang bebas dan independen masih ada kendala.
Selain persetujuan investasi, RUPST Perseroan juga telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan 2019 PT Arkadia Digital Media Tbk, termasuk Laporan Keuangan untuk Tahun Anggaran 2019. Berdasarkan Laporan Keuangan kali ini, Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 37,66 miliar pada tahun 2019, dengan laba usaha sebesar Rp 1,35 miliar.
Meskipun Perseroan juga harus menghadapi situasi bisnis yang sulit karena pandemi Covid-19, optimisme yang diungkapkan pada akhir tahun lalu sampai kini masih tetap terjaga. Tidak hanya bertahan, sepanjang 2020 sejauh ini, Perseroan juga telah terbukti terus melakukan beberapa langkah pengembangan.
Pada bulan Maret lalu misalnya, selain meluncurkan logo baru Suara.com, Arkadia juga meluncurkan platform periklanan Iklandisini.com. Sementara Juli ini, pengembangan beberapa halaman Suara Regional baru juga telah dimulai, sebagai tambahan dari lima yang sudah ada sejak 2019.
Sebanyak enam media regional yang akan diluncurkan Juli ini adalah Suara Sumatera Utara, Suara Sumatera Selatan, Suara Batam, Suara Kalimantan Barat, Suara Sulawesi Selatan dan Suara Bali.