Khittah Pancasila dan Peran Lembaga Keagamaan
- Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama
Peran Lembaga Keagamaan
Eksistensi bangsa Indonesia hingga hari ini bukan tanpa sebab. Terdapat peran dan kontribusi civil society yang berbasis lembaga keagamaan yang selama ini mendidik dan memberdayakan masyarakat, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Dalam konteks ini, ada beberapa komponen lembaga keagamaan yang berperan strategis untuk memperkuat penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Pertama, ormas Islam. Dengan jumlah mencapai ribuan di seluruh pelosok negeri, ormas Islam memiliki peran penting dalam mengaktualisasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman berbagai ideologi. Mereka dapat mengajarkan nilai-nilai keagamaan yang sejalan dengan Pancasila, sekaligus mengedukasi umat Islam tentang pentingnya menjunjung tinggi kebhinekaan, persatuan, dan kesatuan dalam bingkai Pancasila.
Selain itu, ormas Islam besar seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Nahdlatul Wathan, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Al-Washliyah, juga dapat mempromosikan kerukunan antarumat beragama melalui kegiatan dialog, pertemuan lintas iman, dan program kerja sama. Kegiatan tersebut sangat strategis yang berkontribusi dalam membangun kesadaran dan saling pengertian antarumat beragama serta memperkuat semangat persatuan dan kesatuan dalam kerangka Pancasila.
Kedua, Majelis Taklim dan Lembaga Dakwah. Lembaga pendidikan nonformal ini menjadi forum diskusi dan pembelajaran yang memperkuat pemahaman dan pemaknaan Pancasila dalam perspektif keagamaan. Melalui kegiatan seperti pengajian dan kajian, para anggota dapat mempelajari dan mendiskusikan nilai-nilai Pancasila serta mengaitkannya dengan ajaran agama Islam dalam tindakan dan sikap sehari-hari.
Jumlah majelis taklim yang mencapai 93.854 di seluruh Indonesia ini juga berperan dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat. Apalagi kini sudah ada 10.500 dai yang tergabung dalam organisasi Majelis Dai Kebangsaan (MDK) yang menjadi mitra strategis pemerintah untuk menggali pemahaman dan praktik nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari yang dijunjung tinggi oleh Pancasila, seperti persatuan, keadilan, demokrasi, dan kemanusiaan.
Ketiga, Penyuluh Agama Islam, memiliki peran yang penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat. Mereka selama ini bertugas memberikan penyuluhan keagamaan yang relevan dengan konteks kehidupan berbangsa. Apalagi saat ini sudah terbentuk Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang beranggotakan sebanyak 50.000 penyuluh.