Khittah Pancasila dan Peran Lembaga Keagamaan

Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi
Sumber :
  • Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama

Melalui berbagai kegiatan penyuluhan, seperti ceramah, khotbah, dan bimbingan rohani, penyuluh agama dapat menyampaikan pesan-pesan yang menghubungkan nilai-nilai agama Islam dengan prinsip-prinsip Pancasila. Dengan pendekatan komunikatif, mereka dapat menekankan pentingnya persatuan, toleransi, keadilan sosial, dan menghormati keberagaman sebagai bagian integral dari agama Islam.

img_title Wamendagri Wiyagus: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Keempat, lembaga seni budaya Islam, memiliki peran yang signifikan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat. Melalui seni dan budaya, lembaga ini dapat mengkomunikasikan pesan-pesan kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan menyentuh hati. Lembaga yang jumlahnya sudah mencapai 142 se Indonesia ini dapat menghadirkan pertunjukan seni, seperti tarian, musik, teater, dan seni rupa, yang mengangkat tema-tema kebangsaan dan agama Islam, yang sejalan dengan Pancasila.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum lagi lembaga seni Islam seperti Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) yang berperan yang penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat melalui pengajaran dan kompetisi tilawah Al-Qur’an dan seni kaligrafi. LPTQ yang jumlahnya mencapai 548 se-nasional dapat mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam seni pembacaan Al-Qur’an serta mempromosikan persatuan, toleransi, keadilan, dan kebersamaan.

img_title Momen Prabowo Gandeng Tangan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Beberapa contoh lembaga keagamaan di atas adalah bagian dari peran penting "infrastruktur sosial" bagi Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain di dunia. Tanpa infrastruktur sosial yang kuat dari berbagai komponen masyarakat, tidak bisa dibayangkan bagaimana nasib Pancasila hari ini.

Perjalanan bangsa Indonesia memang tidak mudah, apalagi untuk menuju “khittah Pancasila” dalam ruang-ruang kehidupan masyarakat. Tantangan dinamika geopolitik dan kondisi dalam negeri saat ini yang masih menunjukkan gejala-gejala ekslusivitas seperti politik identitas, intoleransi, ekstremisme, dan lain-lain. Oleh karena itu, khittah Pancasila ini membutuhkan komitmen dan gerakan masif masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan melibatkan semua umat beragama secara aktif.

img_title Pemerataan Kesejahteraan, Prabowo Pacu Transformasi Ekonomi Berdasarkan Pancasila
ENSIA 2026, PT Sucofindo (Persero)

Gelar ENSIA 2026, Sucofindo Dorong Inovasi Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan & Ketangguhan Masyarakat

Sucofindo gelar Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026, ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial.

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut