Alwi Farhan Curhat soal Pressure di Piala Thomas: Rasa Ingin Menang Itu Menghantui Saya

Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan
Sumber :
  • Instagram @badminton.ina

Horsens, VIVA – Situasi sulit tengah menyelimuti tim bulutangkis Indonesia di laga pamungkas Grup D Piala Thomas 2026. Tunggal putra Alwi Farhan mengakui bahwa tekanan besar menjadi faktor utama kegagalannya menyumbang poin saat menghadapi wakil Prancis, Alex Lanier.

img_title Prancis Berpesta, Indonesia Merana: 2 Gelar Kejuaraan Dunia BWF 2026 Jadi Milik Negeri Eropa

Bertanding di Horsens, Denmark, pada Rabu, 29 April 2026 dini hari WIB, Alwi dipaksa menyerah dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 19-21. Kekalahan ini membuat Indonesia tertinggal 0-2 setelah pada partai pembuka Jonatan Christie juga takluk dari Christo Popov.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai laga, Alwi Farhan tak menampik bahwa beban harus menang sangat memengaruhi mental bertandingnya di lapangan. Posisi Indonesia yang sedang tertinggal membuatnya merasa terhimpit oleh ekspektasi besar.

img_title Selamat Tinggal Kejuaraan Dunia 2026, Alwi Farhan Dihajar Raja Bulutangkis Taiwan Chou Tien Chen

“Karena memang sekarang posisinya kami juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure,” ujar Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI.

Selain faktor mental, Alwi juga menyoroti aspek teknis. Menurutnya, secara pola permainan sebenarnya tidak banyak berubah dari pertemuan sebelumnya. Namun, ia menilai kekuatan pukulan (power) dari Lanier menjadi pembeda yang sangat signifikan dalam laga tersebut.

img_title Ganas, Amri/Nita Jadi Pebulutangkis Indonesia Pertama yang Pastikan Medali di Kejuaraan Dunia 2026

“Hari ini tidak terlalu berbeda pola yang diterapkan lawan, tapi dia power-nya sangat besar ya. Jadi antisipasinya tadi saya beberapa kali lepas,” katanya menambahkan.

Alwi menyesali beberapa kesalahan dalam membaca serangan lawan, terutama pada momen-momen krusial di gim kedua. Kesalahan tersebut membuat Lanier lebih leluasa mendulang poin dan mengunci kemenangan.

“Dia banyak mendapatkan poin dari situ, saya harus perbaiki untuk ke depan,” tutur Alwi dengan nada evaluatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan hasil ini, napas Indonesia di laga terakhir Grup D makin sesak. Skuad Merah Putih kini wajib menyapu bersih tiga partai tersisa jika ingin membalikkan keadaan dan menjaga status sebagai juara grup.

Harapan Indonesia kini bertumpu pada Anthony Sinisuka Ginting yang turun di partai ketiga melawan Toma Junior Popov. Setelah itu, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri diharapkan mampu menjadi penyelamat di dua partai terakhir.

Thom Gicquel/Delphine Delrue

Saat Prancis Guncang Dunia dengan Olahraga! Indonesia Tersisih: Sepakbola Belum Berjaya, Bulutangkis Tak Lagi Digdaya

Prancis selama ini dikenal sebagai salah satu kiblat sepak bola dunia mulai menunjukkan wajah berbeda. Mereka mengguncang dunia bulutangkis. Fenomena tersebut terlihat

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut