8 Momen Terbaik Olimpiade 2016
- Reuters
Dia meletakkan tangan di bahu Hamblin, memberinya semangat untuk menyelesaikan lomba. Kemudian, justru d'Agostino yang mengalami cedera lutut karena jatuh. Dia tidak mampu berdiri, dan Hamblin memutuskan menemaninya, hingga datang kursi roda untuk menolongnya ke luar lintasan.
Di final, d'Agostino hanya bisa menyaksikan dari tribun penonton, saat Hamblin finis di urutan terakhir. Namun, bukan apa hasil saat finis yang jadi hal terpenting bagi mereka, namun bagaimana cara mereka menyesaikannya.
Usia Bukan Masalah
Atlet lompat tinggi Spanyol, Ruth Beitia mewujudkan mimpinya meraih medali emas Olimpiade, walau usianya sudah 37 tahun, Olimpiade 2016 di Rio de Janerio adalah kesempatan terakhirmya, dan dia memperlihatkan pada dunia bagaimana mimpi bisa diraih dengan tekad kuat.
Beitia merupakan finalis tertua di cabang lompat tinggi di Rio de Janeiro, empat tahun setelah hanya meraih peringkat empat dalam Olimpiade 2012 di London. "Hidup telah sangat baik pada saya, memberikan saya kesempatan kedua. Saya merasa sangat baik, lebih dari sebelumnya," kata Beitia.
Perpisahan
Di kolam renang dan lintasan lari, Olimpiade 2016 menjadi saksi dua legenda mengucapkan perpisahan. Michael Phelps menjalani lomba renang terakhirnya di Rio Aquatics Center. Usain Bolt mengakhiri pencapaian luar biasanya di lintasan stadion Olimpiade.
Keduanya menjadi legenda, dengan memulai karier dengan prestasi sejak usia muda, dan mengakhirinya secara gemilang dengan medali emas. Keduanya kini akan menatap perjuangan tak kalah keras dalam kehidupan, yaitu membina keluarga.