Vino G Bastian

Vino G Bastian.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nuvola Gloria

Walau hanya muncul sebentar di film 30 Hari Mencari Cinta (2004), penampilan perdana Vino disambut positif oleh penonton yang mayoritas remaja. Bersama lawan mainnya, Maria Agnes, mereka meraih voting terbanyak sebagai pasangan favorit versi MTV Movie Awards 2004. 

img_title Ibunda Vino G Bastian Meninggal Dunia

Tak lama kemudian, ia dilirik Hanung Bramantyo untuk terlibat dalam produksi film remaja lain, berjudul Catatan Akhir Sekolah (2005) . Di film itu, Vino membuktikan diri bisa berakting. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usahanya berhasil. Nama Vino dikenal sebagai salah satu aktor muda berbakat. Belakangan, dia juga bersanding dengan aktris dan aktor senior, seperti Slamet Rahardjo dalam remake Badai Pasti Berlalu dan Tutie Kirana serta Christine Hakim di In The Name Of Love. 

img_title Cuma Follow Akun Istri, Level Bucin Vino G Bastian Bikin Warganet Iri

Kerja keras Vino memerankan pecandu narkoba dalam film Radit & Jani, juga memperoleh apresiasi IMA. Namun, Vino mengaku  hingga kini masih sering menerima kritikan tajam.

Ketika Vino main di remake Badai Pasti Berlalu, dia menuai kritik. Penonton yang sangat mengidolakan Roy Marten di film aslinya, tidak terima dengan sosok  yang ia bawakan. 

img_title Vino G Bastian Selalu Tanya Istri Jika Dapat Tawaran Film

Padahal, sejak awal ia mengaku memang sengaja menampilkan versi playboy yang berbeda. Namun, dia banyak belajar dari komentar-komentar itu. Sekarang Vino mengaku justru senang jika dikritik, karena dengan begitu ia jadi tahu titik kelemahannya. Vino tergolong serius menjalani profesinya sebagai aktor. Vino dikenal sebagai aktor yang kerap memilih peran. Dia mengaku tidak mau karier terbuang percuma akibat kejar setoran. 

Dia  tetap butuh uang untuk biaya hidup, tetapi bukan berarti ia mengambil setiap tawaran tanpa seleksi. Yang Vino utamakan saat memilih peran adalah jalan cerita yang menarik, dan peran yang menantang kemampuan akting.

Sepanjang 2009, Vino telah melakoni tiga judul film yaitu Punk In Love, The Police, dan Serigala Terakhir. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejauh ini, pencapaian yang paling Vino banggakan adalah bisa hidup mandiri dan membahagiakan Ibunya. Ketiga kakaknya sudah berkeluarga. Sejak Ayahnya meninggal tahun 2006, Vino dan Ibunya hanya tinggal berdua. Vino senang bisa memberikan rumah untuk Ibu dari hasil keringatnya.

BIODATA

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut