Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama Wafat Jadi Trending di Twitter

Jakob Oetama
Sumber :
  • Obituari Kompas

Sudah sejak tahun 1956, pria yang kerap disapa JO (Je-O) ini telah dipercaya sebagai Sekretaris Redaksi majalah Penabur hingga tiba saat ia berhasil mendirikan majalah Intisari dan Harian Kompas bersama sahabat karibnya. Tentu saja, keberhasilan tersebut bukan sebuah akhir, melainkan langkah baru bagi Jakob membawa perubahan segar bagi dunia jurnalistik Indonesia.

img_title Jenazah Jakob Oetama Akan Diterima Ketua MPR di TMP Kalibata

Jakob pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN. Dia adalah penerima Doktor Honoris Causa di bidang komunikasi dari Universitas Gajah Mada dan penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973.

Hingga tahun 2016, bertepatan usianya yang ke 85 tahun, Harian Kompas sudah berkembang menjadi salah satu industri raksasa di bidang media massa, toko buku, hotel, dan universitas yang semuanya tergabung dalam Kelompok Kompas Gramedia. (ren)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kartun Jakob Oetama (Twitter/lokadata)

Yang Tersisa, Ternyata pada 1998 Pak Jakob Oetama Ber-KTP Islam

Jakob Oetama miliki KTP beragama Islam.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut