Wanita Ini Hampir Dikremasi di Kantong Mayat, Ternyata Masih Hidup

ilustrasi jenazah dalam ambulans.
Sumber :

VIVA Trending – Seorang pekerja krematorium di Brasil mendapat kejutan besar ketika dia pergi ke kamar mayat rumah sakit untuk mengambil jenazah seorang wanita berusia 90 tahun yang telah meninggal, hanya untuk menemukan bahwa wanita itu masih hidup, menurut laporan. 

Dokter Aisah Dahlan Bongkar Alasan Pria Malas Dengarkan Curhatan Wanita

Insiden mengerikan itu terjadi di kota Sao Jose pada hari Sabtu pekan lalu, hanya beberapa jam setelah staf di rumah sakit mengumumkan wanita tua yang bernama Norma Silveira da Silva meninggal dunia. 

Wanita itu dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dikirim ke kamar mayat, di mana pengurus jenazah yang tidak menaruh curiga menemukan hal yang mengerikan itu. 

5 Tentara Wanita Israel Bakal Ditukar dengan Deretan Tokoh Hamas

Ilustrasi meninggal.

Photo :
  • vstory

Pengasuh dan teman Da Silva, Jessica Martins Silvi Pereira, mengatakan kepada outlet berita Brasil Estadao, bahwa wanita berusia 90 tahun itu dirawat di Rumah Sakit Regional Sao Jose pada hari Jumat dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Dia dikatakan menderita masalah pada livernya dan tidak sadarkan diri.

Bicara di G20 Brasil, Sri Mulyani Pamer Peran APBN Atasi Ketimpangan RI

Pereira mengunjunginya pada Sabtu sore dan mengatakan bahwa da Silva masih bisa membuka satu mata dan melihatnya.

Namun malamnya, penjaga rs dan putra da Silva diberitahu tentang dugaan kematiannya. 

Sertifikat kematian pertama da Silva, yang dikeluarkan oleh rumah sakit pada pukul 23.40, menyatakan bahwa wanita tersebut meninggal karena “infeksi saluran kemih”. Pereira mengatakan jenazah wanita itu buru-buru dikirim ke kamar mayat tanpa memberi kesempatan kepada orang yang dicintainya untuk melihatnya terlebih dahulu. 

Staf krematorium pun diperintahkan untuk menjemput mayat da Silva yang meninggal. 

Namun, sekitar pukul 01.30 pagi staf krematorium membuka kantong mayat dan melihat bahwa jenazah da Silva masih sangat hangat dan belum menunjukkan rigor mortis, hal ini mengejutkan mengingat lamanya waktu yang telah berlalu, kata Pereira.

"Saat dia (petugas kremasi) membuka kantong mayat, napasnya masih ada namun sangat lemah. Dan, karena dia tidak lagi sadar, dia tidak bisa meminta bantuan, dia mencoba bernapas dan tidak bisa,” kata temannya kepada situs berita NaTelinha. 

Pereira mengatakan temannya yang lanjut usia telah menghabiskan hampir dua jam di dalam tas yang tersegel dan “hampir mati lemas.” 

Ketika krematorium mengetahui bahwa wanita tersebut masih hidup, dia dikirim kembali ke rumah sakit dan dirawat kembali dalam kondisi yang menurut laporan sangat memprihatinkan.

Namun akhirnya, da Silva pun dinyatakan meninggal untuk 'kedua kalinya'. Belum jelas apakah da Silva akhirnya meninggal karena tidak menerima perawatan medis tepat waktu, atau karena kondisi yang mendasarinya. 

Setelah wanit berusia 90 tahun itu dinyatakan meninggal untuk kedua kalinya, sertifikat kematiannya yang baru dikeluarkan sebelum jam 5 pagi, yang mencantumkan penyebab kematiannya sebagai “syok septik”. 

Ilustrasi interior mobil ambulans Suzuki APV

Photo :
  • dok. SIS

Pereira mengatakan keluarga da Silva berencana menuntut pihak rumah sakit.  "Ini adalah pengabaian yang tidak saya harapkan terjadi pada siapa pun,” kata salah satu keluarga. 

Departemen Kesehatan negara bagian juga telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya