Ditantang TNI KKN di Papua, Ketua BEM UI: Banyak Oknum Aparat Anti Kritik

Ketua BEM UI, Verrel Uziel
Sumber :
  • Instagram

Depok – Saling sindir antara anggota TNI dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) kian memanas. Ketegangan antar keduanya berawal dari beredarnya video penganiayaan yang dilakukan oknum TNI terhadap seorang laki-laki asal Papua.

Truk TNI Melintas di Jalur CFD Jakarta, Kapendam Jaya Minta Maaf

Merespons penganiayaan tersebut, BEM UI melalui Instagram resmi mereka melontarkan kritik hingga menyebut TNI telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Viral! BEM UI Ditantang KKN di Papua Usai Kritik TNI Melanggar HAM

Photo :
  • TikTok @oreoo_007
Detik-detik Satgas Tempur TNI Pukul Mundur Gerombolan OPM di Distrik Homeyo

BEM UI menudin kasus penganiayaan yang dilakukan aparat tersebut bukan kali pertama terjadi di Papua dalam tiga tahun terakhir.

Merespons pernyataan BEM UI, sejumlah prajurit TNI yang tengah bertugas di Papua justru menantang para anak muda yang kuliah di Depok itu untuk datang dan melakukan KKN di wilayah teritori Teroris KKB.

Olga Pura-pura Meninggal Agar Lolos dari Maut

“Saya kasih gaji saya selama 10 tahun, jika BEM UI mampu untuk melaksanakan KKN di wilayah KKB. INGAT ITU JANJI SAYA IpangLybaz,” tulis prajurit TNI melalui akun TikTok @NdripangLybaz_SMT#14.

Merespons tantangan tersebut, Ketua BEM UIVerrel Uziel mengatakan, pernyataan yang disuarakan mereka terkait pelanggaran HAM adalah wujud dari kepedulian mahasiswa UI terhadap warga Papua dan Bumi Cendrawasih.

Mereka juga menyayangkan penganiayaan tersebut dilakukan terhadap warga sipil yang tidak terbukti bersalah hingga menudingnya sebagai bagian gerakan separatis.

“NKRI sebagai negara hukum, sudah semestinya segala tindak tanduk berpedoman pada hukum yang berlaku. Masyarakat sipil tak jarang menjadi korban salah sasaran dan prajurit pun menjadi korban atas konflik berkepanjangan ini,” kata dia melalui Instagram @verreluzi, dikutip Sabtu 6 April 2024.

Viral! BEM UI Ditantang KKN di Papua Usai Kritik TNI Melanggar HAM

Photo :
  • TikTok @oreoo_007

Verrel menyebut, mencuatnya ketegangan berawal dari respons anti kritik oleh sejumlah oknum TNI. Padahal, kata dia, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Nugraha Gumilar tidak membenarkan penganiayaan tersebut.

"Ramainya situasi ini juga dikarenakan respon anti kritik oknum-oknum prajurit TNI,” paparnya.

Lantaran ketegangan ini, Verrel mengaku mendapat banyak ancaman dan intimidasi. Lebih parah lagi, kata dia, tak sedikit yang melakukan kekerasan seksual secara verbal kepada fungsionaris BEM UI.

“Baiknya sama-sama introspeksi dan berbenah,” pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya