MAMMI Berhasil Buat Maliki Juarai Lomba Esai Nasional

Mahasiwa IPB Raih Juara Satu Lomba Esai Nasional.
Mahasiwa IPB Raih Juara Satu Lomba Esai Nasional.
Sumber :

VIVA – Maliki Febriantono S, mahasiswa Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (Faperta IPB) berhasil meraih Juara Satu Lomba Esai Nasional Muslim Culture Fair 3 pada akhir tahun silam di Jakarta. Lomba Esai Nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa, Program Studi Agama Islam, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengangkat tema Revitalisasi Peran Media dalam Membangun Peradaban Islam di Indonesia.

“Dipilih sepuluh karya esai terbaik. Peserta berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Mataram, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Airlangga, Universitas Jambi, dan IAIN Salatiga. Kemudian dari sepuluh finalis dipilih lima juara,” tutur Maliki.

Esai Maliki berjudul, MAMMI: Media Dakwah Islam Berbasis Permainan Anak sebagai Strategi Pemahaman Konsep Secara Spesifik sebagai upaya Penanaman Karakter Islam. Maliki mengungkapkan, ide esai ini berawal dari keresahannya sebagai pemuda Islam karena maraknya anak-anak usia 8 sampai 11 tahun yang telah terjebak dengan cinta dan narkoba  yang sekarang sering disebut kids zaman now.

Mereka telah mengalami yang dinamakan demoralisasi dalam segala aspek kehidupan. Dan pastinya itu terjadi karena Islam dan iman tidak menancap di hati para anak zaman sekarang. Kebanyakan anak sekarang cenderung tidak suka dengan pelajaran agama Islam. Mereka adalah generasi yang menonton. Sulit menemukan media pembelajaran Islam di zaman sekarang.

“Dari situlah saya mempunyai ide untuk membuat media pembelajaran Islam yang memodifikasi permainan ular tangga dan monopoli sehingga menjadi media pembelajaran yang unik dan kreatif,” ucap pria kelahiran Madura ini. Karena menurut penelitian, anak lebih cenderung menyukai sesuatu yang berbentuk gambar atau visual, sehingga dapat menerima pelajaran agama sembari bermain dan belajar yang menyenangkan.

Maliki berharap agar idenya ini dapat diterapkan di sekitar kampus. Memberikan pelajaran kepada anak-anak lingkar kampus dengan media pembelajaran yang dibuatnya sehingga dapat bermanfaat. (Tulisan ini dikirim oleh RJ/Ris, Humas IPB)