Malaikat Cinta Cupid Lay
- U-Report
Cupid tidak ketinggalan ikut bertanya, “selama kita berada di bumi, bisakah kita menghubungi orang tua kami?” Pak Berto menjawab, “bisa, kalian masih bisa menghubungi orang tua kalian. Kalian bisa menggunakan telepati dengan mengunakan alat. Alat telepati akan dibahas lagi di pelajaran yang akan datang. Kalau begitu biar bapak tuliskan di papan tulis tentang pelajaran apa saja yang akan dibahas yaitu: 1. Target, 2. Terbang, 3. Memanah, 4. Memilih target yang cocok, 5. Telepati, 6. Musuh Kalian, 7. Senjata, 8. Bela Diri, 9. Visi Malaikat Cinta, 10. Ujian: Turun ke Bumi.”
Setelah selesai menulis bahan pelajaran Pak Berto berkata, “setiap pelajaran saling berhubungan satu sama lain, Jadi pahami dan ingat semua pelajaran yang bapak berikan. Jika ada yang penting di setiap pelajaran yang bapak berikan sebaiknya kalian catat di buku kalian.
Jika tidak mengerti kalian boleh bertanya. ”Semua murid menjawab dengan kompak, “baik Pak.” Revan kembali bertanya, “Jikalau Revan turun di bumi, apakah makanan di bumi sama enaknya dengan makanan di surga?” Pak Berto tersenyum, di dalam hatinya bergumam muridku yang satu ini di kepalanya hanya makanan. Masih sambil tersenyum Pak Berto menjawab, “Revan, makanan di bumi jauh lebih enak dan bervariasi macamnya. Kita di surga hanya makan buah-buahan, sedangkan manusia makan buah, sayur dan daging.” Ami berkomentar, “Pak, mengapa manusia memakan daging. Daging apa yang mereka makan? Daging hewan atau daging apakah? Atau mereka makan daging sesama mereka lalu mereka menjadi kanibal?”
Pak Berto menjawab, “Ami, manusia hanya makan daging hewan. Hanya manusia tidak normal yang tega makan sesamanya. Manusia normal tidak akan tega makan sesamanya.” Ami bertanya lagi, “berarti ada manusia yang kanibal?” Pak Berto menjawab, “ada, namun hanya sedikit jumlahnya. Hanya manusia yang tidak normal yang makan daging sesamanya menjadi kanibal.” Ami kemudian tiba-tiba berteriak, “tidak! Ami tidak mau turun ke bumi. Jikalau Ami bertemu dengan manusia kanibal, maka Ami akan dimakan olehnya.” Ami menutup wajahnya karena ketakutan.