Malaikat Cinta Cupid Lay

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

Pak Berto dengan tenang menjelaskan, “tidak ada yang perlu ditakuti. Setiap malaikat yang akan turun ke bumi akan dibekali senjata untuk berkelahi dengan musuh dan melindungi diri kalian.” Mendengar penjelasan pak guru, Ami bertambah takut dan menangis. “Ami tidak mau turun ke bumi. Ami tidak mau berkelahi dengan musuh dan tidak mau meninggalkan orang tuaku,”ujarnya. Pak Guru menjawab dan berusaha menghibur muridnya, “tenanglah Ami, dahulu bapak juga takut turun ke bumi. Turun ke bumi sudah menjadi tugas para malaikat. Percayalah bahwa semua akan baik-baik saja. Jikalau kamu merasa dalam keadaan bahaya. Ami dapat mengunakan alat telepati kepada orang tua atau kepada bapak. Jika dalam keadaan berbahaya, bapak akan ikut turun ke bumi untuk menolongmu.”

img_title BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami

Perlahan-lahan Ami mulai menghentikan tangisannya. Teman sebangkunya, Kelly, mengambilkan tisu untuknya sambil berkata, “Ami, tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Jika dalam kondisi bahaya Kelly akan membantumu.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Revan tiba-tiba bertanya, “jika Ami dalam kondisi bahaya, apakah hanya Ami saja yang dilindungi lalu murid-murid yang lain bagaimana jikalau mengalami hal yang sama?” Pak Berto berpikir sejenak dan menjawab, “baiklah, kalau begitu setiap murid di kelas ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari dua murid atau lebih. Kalian pilih teman yang kalian merasa cocok untuk bekerja sama dan saling melindungi. Kalian terus berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan orang tua serta dengan bapak sewaktu berada di bumi. Tidak hanya Ami saja yang dilindungi, semua murid akan dibawah pengawasan bapak dan orang tua. Jangan khawatir anak-anak, semua akan baik-baik saja.”

img_title BNPB: Total Korban Jiwa Gempa Bumi M 7,7 Capai 47 Orang hingga Sabtu Malam

Revan kembali berkomentar, “Pak guru, Revan akan memilih kelompok Revan. Revan sekelompok dengan Cupid Lay.” Pak Berto menyetujiunya sambil memberikan perintah, “Revan, kamu menjadi ketua kelompokmu.” Namun Revan langsung mengelak, “Revan juga takut kalau bertemu musuh dan manusia kanibal. Revan tidak mau menjadi ketua. Cupid saja yang menjadi ketua.” Pak Berto menjawab, “Revan, bapak percaya kamu dapat menjadi ketua. Cupid sudah menjadi ketua kelas jadi tidak boleh dua kali menjadi ketua. Revan, kamu harus menjadi ketua kelompokmu.”

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut