Susahnya Terjebak Banjir

Banjir
Sumber :
  • U-Report

Pagi-pagi saya berangkat bersama teman saya. Semuanya baik-baik saja, dan saya pun masih bisa ketawa-ketiwi di jalan. Masalah mulai muncul ketika sudah hampir mencapai tujuan, kurang lebih 2 km lagi. Saya bertanya-tanya, kenapa banyak mobil berhenti di jalanan. Padahal hotel tempat seminar itu letaknya tidak terlalu jauh. Tinggal belok kiri, jalan sedikit, sampai deh.

img_title Sebanyak 33 RT di Jaksel Masih Terendam Banjir, Bangka-Duren Tiga Capai 1 Meter

Setelah tanya-tanya ke polisi dan tukang jual kerupuk, akhirnya saya dapati sebuah kenyataan kalau jalan utama penghubung Boulevard dan Sunter itu terendam banjir. Kalau mobil Pajero atau Jeep sih mungkin enggak masalah dan bisa menerobos, tapi sayangnya saya naik mobil Jazz yang pendek, jadi tidak ada keberanian dari sopir untuk menerobos.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pilihan yang paling bijak adalah menunggu sebentar sampai jalan yang terendam bisa cepat surut. 2 sampai 3 jam menunggu, tapi kok airnya enggak surut-surut. Lebih fatalnya, sebenarnya saya sudah punya janji sama teman saya yang lain di Grand Indonesia. Oke, akhirnya saya ambil keputusan untuk memisahkan diri dan mencari transportasi umum buat ke arah kota. Brilliant kan ide saya? Walaupun terkesan licik karena meninggalkan teman-teman saya dalam posisi kebanjiran. Ide brilliant walau mungkin saya kayaknya disumpah serapahi oleh teman yang saya tinggal di mobil.

img_title Pramono Soroti Risiko Modifikasi Cuaca, Was-was Hujannya Dialihkan ke Laut Jakarta

Setelah berjalan selama 10-15 menit, saya sampai di Mall of Indonesia. Ini kali pertama saya melihat mall ini, biasanya sih cuma lihat di tv doang. Saya tidak ada urusan di Mall of Indonesia, karena yang jadi urusan utama buat saya adalah mencari halte dan cus ke arah Jakarta Pusat. Halte sih memang ada, tapi kok busnya enggak ada ya?

Dari kejauhan saya melihat ada tempelan di kaca yang bertuliskan "Hari ini bus tidak beroperasi karena banjir" Aduh! Kalau ini busway tidak beroperasi, terus saya naik apa dong buat pulang? Saya anak cupu soal pengetahuan jalan dan sekarang tersesat di daerah yang sama sekali tidak saya kenal. Saya cuma dapat rekomendasi dari tukang parkir yang menyuruh saya naik bus warna hijau dengan nomor 146. Tapi yang luar biasanya, sudah saya tungguin 2 jam tapi bus ini enggak lewat-lewat juga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Banjir Melanda, Pemprov Jakarta Jamin Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Tak Terabaikan
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut