Susahnya Terjebak Banjir

Banjir
Sumber :
  • U-Report

Saya mencoba untuk tetap tenang, karena di saat genting seperti ini yang dibutuhkan adalah ketenangan. Raut muka memang menujukkan ketenangan walau mungkin hati saya sudah meraung-raung karena panik. Sepertinya kalau saya naik angkutan umum sudah pasti tidak ada harapan, karena tidak ada angkutan umum yang beroperasi.

img_title Update Banjir Jakarta Siang Ini: 147 RT Terendam, Air di Sejumlah Wilayah Tembus 1,7 Meter

Saya ingat kalau saya punya teman yang rumahnya di Kelapa Gading. Sebenarnya saya agak enggak enak juga minta tolong ke dia. Pertama, karena dia sudah berkeluarga dan kedua saya mau minta tolong dia untuk anter saya ke halte busway terdekat. Dibanding saya enggak bisa pulang, minta tolong adalah solusi paling bijak buat saya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akhirnya saya telepon dia dan dengan dengan senang hati dia mau mengantar. Tetapi masalahnya ada satu, yaitu saya harus ke Mall La Piazza karena rumah dia di daerah situ. Sedangkan akses menuju La Piazza itu cuma ada 1 jalur dan jalur itu terendam banjir selutut. Jarak dari tempat saya berdiri ke La Piazza ada sekitar 3 km.

img_title Update! 52 RT di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air 30-140 Cm

Kata teman saya, saya disuruh menyewa delman buat menyeberang, tapi itu bukan pilihan bijak menurut saya karena sungguh sangat tidak berpri-kudaan. Kuda cuma satu harus dinaikkin rombongan. Apalagi pas banjir, pasti langkah kaki si kuda menjadi semakin berat. Pilihan naik delman pun saya coret. Solusi yang paling mungkin adalah saya naik mobil bak terbuka punya polisi buat melewati jalanan yang banjir ini.

Entah kenapa saya kok merasa jadi napi kalau harus naik mobil polisi. Tapi, daripada saya enggak bisa pulang, naik mobil polisi adalah opsi paling bagus buat saya. Sambil malu-malu, saya pun naik mobil polisi. Tapi bodohnya, ternyata cuma saya seorang yang berdiri di belakang mobil terbuka milik polisi ini. Entah orang-orang enggak mau dekat sama saya atau mereka tidak ada yang butuh menyeberang tapi yang pasti cuma saya seorang yang naik mobil polisi.

img_title Terpopuler: Banjir Jakarta, Shell Super Langka, dan Tes Psikologi SIM

Setelah saya naik, beberapa polisi juga ikutan naik karena mau menyeberang. Dibanding orang yang mau nyeberang, saya lebih tampak sebagai pelaku kriminal yang ditangkap aparat berwajib. Yang menjadi masalah adalah, di sini banyak stasiun TV sedang meliput soal banjir. Sebagian besar adalah TV nasional. Parahnya, pas saya naik mobil polisi dan diapit oleh banyak polisi, kamera-kamera TV nasional itu menyorot saya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut