Aku Ingin Sukses agar Mereka Menghargai Perjuanganku
- Kunci Sukses
Dengan ditemani satu buah laptop keramatku, notebook, handphone dan secangkir teh manis yang terletak di atas meja kayu yang berada di ruang tamu, tiba-tiba handphoneku berdering. Awalnya aku ragu untuk mengangkatnya, karena nomornya cukup mencurigakan. “Bukan penipuan mama minta pulsa kan?” tanyaku saat itu.
Ketika aku angkat, ternyata yang menelepon adalah seseorang yang juga berurusan dengan event menulis artikel tersebut. Informasi yang aku dapatkan, “Selamat Mas Ridho, Anda mendapatkan juara 4.” Hatiku sungguh senang, aku bangga dan mataku terasa seperti berkaca-kaca. Dengan hati yang bangga, aku langsung menelepon ayahku. Tapi ternyata handphone ayahku dipegang oleh ibuku. “Bu, aku menang lomba menulis artikel!!” kataku waktu itu. Sungguh ironis, ibuku sama sekali tidak terdengar senang atas apa yang telah aku capai. Reaksi ibuku sama seperti orang yang sedang memakan nasi uduk tapi lauknya peyek. Garing.
Begitu pula dengan reaksi keluargaku yang lainnya. Ada yang meremehkanku dengan sedikitnya uang yang akan aku dapatkan nantinya, dan ada yang mengatakan pekerjaanku tidak jelas, tidak bagus dan tidak bermutu. Aku memang tidak bisa membuat mereka bangga dengan apa yang telah berhasil aku capai beberapa minggu yang lalu, tapi suatu saat aku akan mencapai lebih dari itu. Lebih, dan bahkan lebih! Agar mereka bisa sadar betapa sederhana mimpiku yang sebenarnya. (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Pekanbaru)