Luar Biasa Peran Seorang Wanita di Bulan Ramadan
- U-Report
Saat wanita menyiapkan menu berbuka, biasanya suami dan anak lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai. Namun waktu berbuka tetap saja sama, tidak ada kemudahan wanita harus buka lebih cepat karena telah menyiapkan menu terlezat untuk keluarga. Usai tarawih, wanita tertidur lebih cepat, karena terbangunnya seorang wanita di dalam sebuah keluarga maka itu tandanya sahur di rumah itu dimulai. Wanita mau tidak mau juga menjadi pengingat waktu untuk membangunkan seluruh anggota keluarga untuk makan sahur.
Tugas lebih berat dari seorang wanita di saat sahur adalah menyiapkan makanan untuk anak dan suami. Ada anak yang enggan makan makanan dingin. Ada suami yang mesti dibuatkan kopi. Ada anak yang ingin makan menu baru dan hangat. Ada suami yang minta semua makanan dipanaskan terlebih dahulu. Wanita akan bangun lebih cepat saat sahur, menyiapkan menu seorang diri baru kemudian membangunkan seluruh anggota keluarganya.
Saat seluruh keluarga tidur kembali usai sahur, atau melakukan aktivitas ringan, wanita sudah dihadapkan dengan piring kotor yang menumpuk. Azan di masjid pertanda subuh, wanita baru selesai mencuci piring dan menempatkannya di rak dengan rapi. Matahari telah fajar, wanita harus bergegas mandi dan bekerja jika ia seorang pekerja.
Rutinitas ini kemudian berlanjut terus tanpa memprotes, atau bahkan tanpa meminta imbalan kepada suami. Apakah wanita mengeluh? Tidak. Wanita tetap tampil bersahaja dan anggun. Mereka akan tersenyum penuh keikhlasan. Mereka bahkan menanti-nanti Ramadan kembali tiba. (Tulisan ini dikirim oleh Bairuindra)