Antara Menjadi Seorang Youtuber atau Penulis

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

Kalau soal edit-mengedit, aku bisa. Namun hasil video yang aku buat sangatlah buruk dan buram dengan suara yang tidak terlalu jelas untuk didengar. Namun siapa sangka, yang namanya keberanian langsung timbul begitu saja. Aku mulai membuat video di awal-awal tahun 2015, namun nyatanya masih sepi. Bahkan aku juga tidak menemukan sama sekali mereka yang mereview video yang aku buat, maka aku pun menghapusnya. Menjadi patah semangat, aku pun menyerah.

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

Memasuki awal tahun 2016, aku mencoba lagi. Bahasanku waktu itu adalah tentang perjuanganku untuk menjadi seorang penulis. Video yang berupa sebuah aktivitasku dalam berjuang untuk menjadi seorang penulis, aku gambarkan dan rekam di dalamnya. Dan ternyata di tahun 2016 ini, video yang menggambarkan berupa aktivitas seseorang menjadi sebuah trending topik, dan sekarang dinamakan Vlog.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktif kembali membuat video, ternyata hasilnya sama saja seperti tahun-tahun yang lalu. Video yang aku buat dan edit, sepi, tidak ada pengunjung. Dan, memang benar apa yang dikatakan Bayu Skak di dalam salah satu videonya, kalau mau videomu ditonton banyak orang, setelah dibuat, share, share dan share. Kalau perlu sampai teman-teman kalian tersebut bosan.

img_title Driver Ojek Online Sedekah Jasa Antar Anak Yatim ke Sekolah

Hingga akhirnya aku teringat akan kata-kata seorang pepatah, “Jadilah diri sendiri, jangan mau jadi orang lain”. Aku pun akhirnya beralih untuk melanjutkan perjuanganku yang sudah aku mimpi-mimpikan sejak SD kelas 6, yaitu menjadi seorang penulis. (Cerita ini dikirim oleh ridhoadhaarie)

Ilustrasi.

Pergilah Dinda Cintaku

Maafkan aku yang terlalu berlebihan mencintaimu.

img_title
VIVA.co.id
26 Februari 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut