Pak No Tukang Bentor Spesialis Jarak Jauh
- U-Report
Soal tarif sekali tarik untuk jarak pendek 5-10 km, Rp 10.000 - Rp 15.000. Jika sehari dari pukul 06.00-18.00 menarik tiga kali, Pak No bisa membawa pulang uang sebanyak Rp 35.000, sudah untuk beli BBM Rp 10.000. Di kalangan teman-temannya, Pak No dikenal tukang bentor jarak jauh. “Kalau tidak terpaksa, dia jarang menarik penumpang jarak pendek,” kata Tarmin, teman Pak No, yang dibenarkan oleh Pak No.
"Saya kerap membawa penumpang tujuan Sukolilo (40 km Selatan Pati), Tayu (30 km Utara Pati), atau Kudus (25 km Barat Pati) dan tarifnya antara Rp 100.000 - Rp 150.000," tukas Pak No. Dengan begitu, Pak No bisa pulang ke rumah lebih awal dan uang yang didapat pun relatif lebih banyak. Pak No juga menjadi langganan sejumlah Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang baru pulang dari luar negeri yang turun di Pati.
Baru-baru ini, seorang TKW asal Pamotan-Rembang (60 km Timur Pati), menyewanya. "Saya tak pasang tarif, tapi TKW itu kasih Rp 400.000. Alhamdulillah, saya terima dengan senang," cerita Pak No. Lebaran ini ada empat TKW yang akan pulang dari Hongkong dan sudah memesan bentor Pak No. "Gusti Allah itu adil, saya bisa berlebaran," tambahnya dengan wajah berbinar.
Keunikkan lain dari lelaki ini adalah saat bekerja membawa bentor ia tak pernah memakai alas kaki. Kedua telapak kakinya telanjang alias nyeker. Dia tak malu diledek teman-temannya. Juga tak risih dilihat orang yang merasa ganjil dengan perilakunya. "Habis kalau saya pakai sandal saat membawa bentor bisa cepat lelah, bahkan sering sakit-sakitan. Jika begini ini, saya justru sehat terus," cetusnya sambil tertawa menunjukkan kakinya. Lalu dia berpamitan untuk pulang karena hari sudah senja. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah).