Jiwa Pria ini Diikuti oleh Sukma Dewa Remaja Nacha
- U-Report
Padahal pria ini pemeluk Nasrani, namun ia pengagum Kwan Iem Poo Sat, Sang Dewi Welas Asih, yang tak lain adalah pengasuh Dewa Nacha. Kebolehan Eddy Hoo di bidang supranatural lama-lama didengar orang. Lalu orang mulai menelepon dan minta tolong atas bermacam persoalan hidup. Ada yang anaknya sakit, ada pula yang sulit dapat jodoh. Ada lagi yang minta dilancarkan rezekinya dan lain-lain. Singkat kata, apa saja kesulitan orang, saya diminta menolong. “Syukurlah semua tertolong. Bukan karena saya, semata-mata Nacha yang memberi pertolongan,” kata Eddy Hoo.
Nacha dalam kepercayaan Taoisme adalah Dewa Pahlawan. Kim-sien/patungnya, dipuja-puji di klenteng-klenteng Tionghoa. Ia lahir di Nirwana sebagai dewa remaja maha sakti, tapi suka usil. Diperintah turun ke bumi sebagai bayi yang dilahirkan Ny. Yin, guna menumpas setan. Baru berusia lima hari, saat mandi di sungai, ia membunuh pangeran putra Dewa/Raja Naga Laut Timur, Hay Liong Ong. Bahkan tak sengaja ia juga membunuh murid Dewi Sinji Niang Niang.
Nacha merasa bersalah pada orang tuanya, Ny. Yin. Lalu ia bunuh diri, tubuh dan tulangnya dipotong-potongnya sendiri. Roh Nacha mengadu pada Sang Budha, Dewi Kwan Iem Poo Sat. Sang Dewi lalu merangkai dahan ranting teratai sebagai tubuh Nacha. Nacha pun lahir kembali dan lebih sakti. Senjata andalannya adalah cakram gelang semesta dan tombak berujung api. Dia bisa terbang secepat kilat berkat sepasang roda angin api di telapak kakinya. Itu sekelumit riwayat Nacha yang sukmanya mengikuti Eddy Hoo. (Cerita ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)