Nestapa Wanita dalam Kesunyian
- U-Report
Aku menyeka airmata dengan ujung baju. Menatap satu per satu pemuda yang berdiri di dalam rumah sempitku. Emosiku mengelana ke panas pasir siang hari. Aku memang bukan tandingan mereka. Mauku meremuk tulang belulang mereka menjadi senjata membombardir kericuhan malam ini. Pemuda-pemuda itu tidak bergeming. Membuat malam tidak menentu, bukan karena sedih tapi karena riang sudah berganti jadi malam tidak bersahabat.
Apa yang memicu mereka melakukan ini? Bukankah negeri ini sudah aman? Pemuda itu saling berpandangan. Aku masih tajam menari di binar mata mereka. Biar mereka puas! Dia belum pulang membawa roti keju, di luar ramai letusan senapan, dan Amman masih di antara suara teriakan minta tolong. Amman tidak di rumah, ia baru saja berlari mengikuti ramai orang berteriak teriakan tidak pasti. Tangis kedinginan Amman tidak terdengar malam ini. Tidak juga suara batuk dia menjelang pintu diketuk di penghujung malam.
Malam ini sudah sampai di penghujung, mungkin sebentar lagi dia akan mengetuk pintu. Aku berharap. Berpaling ke pintu. Pemuda-pemuda itu juga ikut memalingkan wajah mereka. Suara batuk terdengar. Lebih berat dari biasanya. Aku menghitung sampai lima, pintu di depan rumah kami belum juga diketuk. Aku berlari ke pintu. Seorang pemuda mencoba menahan langkahku. Kutepis. Aku yakin sekali. Dia pulang!
Kutarik pintu, sesosok tubuh yang sangat kukenal menumbuk badanku. . Sepotong roti keju jatuh ke lantai, berguling ke sudut bawah jendela di mana Amman menunggu dia pulang tiap senja. Dia berujar dalam serak, “Aku sudah menepati janjiku. Amman memelukku erat saat roti keju kulambaikan padanya” suaranya terhenti tapi ia masih tersenyum bahagia. “Tapi orang-orang itu menabrak kami! Dan peluru itu...” Suaranya jatuh ke pelukanku.Dalam pelukannya Amman bersimbah darah
Dia lemas. Aku bersimpuh. Senyum Amman di sampingku. Senyum dia di pelukanku. Dari genggamannya secarik kertas tanda terima gaji bulan pertama terlepas. Dia sudah lama merindukan kerja di negeri kaya ini, setelah lama dia dipecat dari pekerjaan lamanya sebelum meminangku. Tapi bukan pekerjaan seperti ini.