Pokemon Go, Kebutuhan yang Berimbas Kecanduan
- U-Report
Dalam konteks game, tentunya efek kecanduan sudah pasti ada, sehingga kemudian memunculkan berbagai analisa tentang dampak buruk dari game ini. Seperti kita ketahui bersama juga kecanduan tentunya berefek buruk. Tak perlu teori-toeri modern penulis paparkan, penulis akan mencoba lebih realistis untuk menelaah ini.
Salah satu efek buruk nyata kecanduan adalah pola makan, dimana istilah lupa makan atau bahkan malas makan tentu sering dialami bagi mereka para pecandu game. Hal ini karena konsentrasi dalam menikmati game sangat tinggi. Jika ini terus berlanjut, maka kondisi pencernaan tubuh akan terganggu sehingga menimbulkan beberapa penyakit seperti Gastritis atau dalam istilah tradisionalnya disebut mag.
Selain itu, tentu ini juga tidak asing lagi di telinga kita jika seorang gamer sering punya masalah dengan matanya. Hal ini karena gamer selalu menghadapkan mata pada komputer. Sehingga radiasi yang dipancarkan sangatlah tidak baik bagi kesehatan mata. Kesehatan mata akan terganggu secara tidak disadari, apalagi bagi anak kecil.
Sedikit penulis ingatkan jika tak semua game itu baik. Menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Lowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak. Dan masih banyak efek lainnya yang tentunya butuh penelitian yang mendalam.
Belum lagi persoalan keamanan. Jika Pokemon melangkah keluar di malam hari, apakah Anda akan keluar untuk memburu pokemon langkah? Tentunya harus lebih pentingkan keamanan ketimbang Pokemon. Efek dari game Pokemon Go juga, penulis mengkhawatirkan jika game ini bisa mengakibatkan kecelakaan akibat para gamer sudah kecanduaan.
Inti dari segala sesuatu tentunya ada kelebihan dan kekurangan, sehingga seyogyanya kembali ke pribadi masing-masing. Jika digunakan sebijaknya maka manfaat yang didapat juga sama, namun apabila berlebihan hingga kecanduan, maka berbagai efek yang penulis prediksikan bisa saja terjadi dan pastinya mengancam. (Tulisan ini dikirim oleh Abdul Rasyid Tunny, Makassar)