Surutnya Somor Dejeh di Dusun Jung-jang

Somor Dejeh yang sudah mulai ditinggalkan.
Sumber :

Sumina, selaku keponakan dari Asmi’ah menyampaikan bahwa di Jung-jang ada dua sumur besar serta memiliki mata air yang lumayan untuk mencukupi masyarakat, yaitu Somor Merah (Sumur Merah) dan Somor Dejeh. Akan tetapi, beberapa tahun belakangan Somor Dejeh tidak terpakai lagi dan tidak terawat. Itu bukan karena mata airnya mati, tapi masyarakat yang sudah dapat mengambil air dengan cara mudah tanpa harus pergi ke sumur, seperti membeli air atau melakukan pengeboran.

img_title Kolaborasi Cantik Human Resources dan Teknologi

Jadi, matinya sumur bukan karena air yang tidak mampu mencukupi kebutuhan, tapi gaya hidup masyarakat Jung-jang yang mulai berubah. Dari tipikal masyarakat yang mencintai aktivitas yang sering dilakukan bersama, menjadi masyarakat yang suka akan aktivitas yang individual. Sumur tersebut pada saat ini sudah tidak terawat lagi dan banyak kotoran yang sudah bertahun-tahun tidak dibersihkan. (Tulisan ini dikirim oleh Syahid Mujtahidy, Pamekasan)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Air bersih hasil pengolahan limbah tinja di IPLT Duri Kosambi - Arief Ikhsanudin/detikcom

Air Olahan Limbah Tinja Layak untuk Minum dan Wudu?

Tak bisa dipungkiri, air bersih olahan tinja ini menimbulkan polemik di masyarakat. Namun,

img_title
VIVA.co.id
5 Juni 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut