Ingin Anak Wanita, Suamiku Rela Menduakanku

Ilustrasi suami selingkuh.
Sumber :
  • U-Report

Kala itu, hatiku justru menangis iba. Kubelai rambutnya yang terlihat kumal, kutatap mata lelah yang tengah tergolek di sampingku. Seandainya kamu bisa mensyukuri apa yang ada, mungkin takkan begini kejadiannya. Batinku bergejolak. Menyadari kehadiranku, dia langsung bangun. Tak seperti biasanya yang menghindar dariku, sikapnya terlihat manja saat menyapaku. Aku tahu, ada rindu yang ia simpan untukku setelah hampir dua tahun lebih dia asyik dengan dunia barunya bersama maduku.

img_title Dikira Disekap, Ternyata Istri Lagi Selingkuh di Kantor

Ya, rindu sangat jelas terlihat manakala genggaman tanganku dibalasnya dengan pelukan yang sangat hangat. Kedekatan kami tak berlangsung lama. Seperti biasa ketika tahu suamiku berada di rumahnya, perempuan itu akan langsung meneleponnya. Bodohnya lagi, suamiku tak pernah berusaha adil padaku. Dia akan langsung angkat kaki dari rumah kami. Lagi-lagi aku harus menahan perih atas sikapnya yang lebih mengutamakan perempuan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hari berlalu bulan berganti menyongsong tahun-tahun berikutnya. Aku tetap berada di posisi yang sama, menanti dengan penuh harap akan datangnya keajaiban. Suamiku masih asyik dengan impiannya, karena wanita itu tak pernah menyerah memberikan harapan palsunya kepada suamiku. Tak ada angin, tak ada hujan, mendadak dia bersimpuh dengan berurai air mata di hadapanku. Aku hanya bisa membelai punggungnya perlahan sembari bertanya, apakah gerangan yang membuatnya serapuh ini. Dia tak mampu berkata apapun kecuali larut dalam isakan tangisnya sembari memohon agar aku mengampuni khilafnya.

img_title Tepergok Cumbui Istri Bawahan, Kapolsek Bogem Anggotanya

Perlahan aku memaksanya untuk jujur tentang perasaannya. “Ampuni kebodohanku selama ini, Ma,” katanya sembari membenamkan kepalanya di pangkuanku. Kuhela napas perlahan. Sejenak kucoba menghapus luka hati yang sudah dia torehkan di hatiku. Mendadak rasa sakit kembali terasa manakala kenangan pahit itu menari di pelupuk mata. Sejujurnya hatiku sangat kecewa dan terluka, namun melihatnya selemah ini, aku jadi tidak tega untuk membalaskan rasa sakit yang sudah lama kupendam.

Kutuntun tubuhnya menuju ke ranjang. Setelah emosinya redam, aku coba menelisik ke dalam hatinya. Dia hanya tersenyum seraya membelai lembut rambutku. Penyesalan terlihat jelas di wajahnya. “Ma, maukah kamu memberiku satu kesempatan lagi?“ ucapnya dengan suara parau. “Kesempatan itu selalu ada, Yah. Asalkan kamu janji tidak mengulanginya lagi,” jawabku dengan mata berkaca-kaca. Kulihat dia menganggukkan kepalanya perlahan tanda setuju dengan persyaratan yang kuajukan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Pergilah Dinda Cintaku
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut