Potret Pemberdayaan Perempuan Binaan Aisyiyah Pangkep
Upaya pengembangan semangat berwirausaha untuk menumbuhkan kemandirian pun dilaksanakan pelatihan motivator BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah) yang menghadirkan pemangku kepentingan terkait seperti Diskoperindag, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pariwisata. Hasil yang didapatkan melalui berbagai kegiatan pengembangan ekonomi komunitas ini sudah dapat dilihat aneka produk buatan komunitas di Kedai ‘Aisyiyah di Jl. Andi Mauraga Pangkajene yang dapat dipesan secara langsung maupun secara online di facebook ‘Aisyiyah Pangkep.
Ketiga, capaian di bidang kepemimpinan dapat dilihat dari hadirnya sejumlah local leader di desa seperti kader-kader yang semakin tangguh dalam memfasilitasi secara baik berbagai pertemuan di komunitas dan kepemimpinan dari komunitas BSA yang juga semakin sadar untuk berpartisipasi dalam kegiatan tahunan Musyrenbang Desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten untuk menyampaikan serta mengawal aspirasi terkait hak-hak perempuan untuk turut bersama pemangku kepentingan lainnya dalam merencanakan pembangunan.
Sebut saja keberhasilan komunitas berjejaring dengan Aleg Perempuan di DPRD pasca mengikuti Forum Warga dan Musrenbang Desa tahun 2014 yang lalu dengan “berteriak” kepada pemangku kepentingan bahwa mereka membutuhkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan skill mereka sebagai modal untuk mandiri kedepannya dan akhirnya dapat terinplementasi tahun 2015.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) dinas sosial dan tenaga kerja turun ke komunitas bersama aleg perempuan Nurbaeni Lisa melatih puluhan ibu-ibu di dua Desa dan empat Kelurahan (Desa Bowong Cindea, Desa Bulu Cindea, Kelurahan Anrong Appaka, Kelurahan Pabundukang, Kelurahan Biraeng, dan Kelurahan Bonto Langkasa) membuat abon ikan dengan kemasan menarik dan rencana pemasaran produk. Bukan hanya pelatihan TTG, pelatihan lainnya yang juga didukung oleh Disnaker adalah pelatihan menjahit di salah satu kelurahan binaan MAMPU ‘Aisyiyah juga turut dilaksanakan di komunitas.
Puncak dari antusias para ibu-ibu di komunitas ini adalah saat Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah menggelar Diaog Terbuka bulan April 2015 yang lalu sekitar 700 ibu-ibu tumpah ruah di rumah jabatan Bapak Bupati guna mendengar komitmen pemimpin nomor satu ini terkait program dan anggaran yang berpihak pada perempuan.