Potret Pemberdayaan Perempuan Binaan Aisyiyah Pangkep
Keempat, capaian bidang kesehatan. Pasca hadirnya Program MAMPU khususnya di dua Desa Bowong Cindea dan Desa Bulu Cindea pun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Para bidan yang selama ini hanya aktif melayani masyarakat di unit layanan kesehatan akhirnya tergerak untuk turun ke komunitas memberikan penyuluhan kesehatan baik itu tentang pentingnya KB, ASI Ekslusif, bahaya kanker serviks dan kanker payudara, mekanisme pendaftaran BPJS serta berbagai jenis penyuluhan dan edukasi kesehatan lainnya. Untuk mendorong kesadaran ibu-ibu di komunitas untuk lebih peduli dengan kesehatan reproduksi mereka sebagaimana telah diatur dalam PP No. 61 tentang Kesehatan Reproduksi tahun 2014.
Terobosan lainnya untuk bidang kesehatan dengan hadirnya Program MAMPU ‘Aisyiyah ini adalah munculnya kebijakan dinas kesehatan Kabupaten Pangkep yang turut mendorong salah satu upaya pencegahan kanker serviks dengan pemberlakukan pemeriksaan IVA reguler di masing-masing PKM. Khususnya sasaran MAMPU dan ini dapat dibuktikan dengan kebijakan kepala Puskesmas Bowong Cindea yang sudah mengeluarkan anggaran khusus untuk pembelian alkes IVA guna melayani para ibu-ibu baik yang tergabung di BSA maupun masyarakat perempuan umum lainnya yang datang ke Puskesmas yang ingin melakukan pemeriksaan tes IVA.
Begitu penting dan mendesaknya upaya pencegahan kanker serviks dan juga kanker payudara untuk melindungi para ibu-ibu dari kematian, maka Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah pun mendorong agar Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan mengeluarkan Surat Edaran resmi ke seluruh unit layanan kesehatan di 13 kecamatan untuk memberlakukan pemeriksaan IVA sebagai upaya cegah awal kanker serviks dan Ssdarnis sebagai pemeriksaan tahap awal cegah kanker payudara sebagai layanan wajib untuk tahun 2016.
Kemiskinan yang selalu diidentikkan dengan wajah perempuan hampir dipastikan tentunya merugikan kaum perempuan itu sendiri. Kehadiran perempuan hari ini diharapkan tidak selalu menjadi objek penderita dalam upaya menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melainkan harus menjadi pelaku aktif yang tercerahkan melalui berbagai kegiatan di komunitas untuk pada akhirnya bisa terbebas dari jerat rantai bernama Kemiskinan.
Kehadiran Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) di kampung-kampung di desa menjadi alternatif upaya sistematis untuk terus menyuarakan pentingnya hak-hak perempuan dalam berbagai bidang untuk dipenuhi oleh pemangku kepentingan dan pada akhirnya perempuan ini mampu berdiri tegak dan berkata, “Kami perempuan, kami maju, dan kami mandiri”. (Tulisan ini dikirim oleh Rohani, Sekretaris LPPA Pangkep)