Tidak Perlu Meributkan Doa
- U-Report
Mungkin saja presiden saat mendengar pembacaan doa tersebut hati kecilnya tersenyum sambil mengambil poin-poin positif dari isi doa sebagai tantangan yang harus ia wujudkan. Pastinya agar tahun selanjutnya, pembacaan doa di tempat yang sama berbalik menjadi pujian atas keberhasilan pemerintah. Jika melihat pribadinya, sepertinya beliau bukanlah pribadi yang anti kritik. Justru sangat terlihat presiden adalah sosok yang rendah hati, bersahaja, dan banyak bekerja.
Sekarang doa telah dipanjatkan, kehidupan kita dalam bernegara akan terus berjalan seperti biasa. Mari jadikan spirit kemerdekaan sebagai pemacu untuk berbuat lebih dalam memajukan bangsa. Biarlah untaian bait doa yang telah disampaikan menjadi penyemangat untuk berbuat lebih baik dengan berharap rida-Nya. Jadi, kita tidak perlu lagi meributkan tentang doa. Biarlah doa tersebut tetap menjadi doa yang kita amini bersama. (Tulisan ini dikirim oleh Muhammad Dong, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta)