Biarkan Anak Menentukan Pilihannya Sendiri
- jytwd.com
Aku mulai menyadari itu ketika aku melihat sebuah kejadian, saat aku melihat keponakanku yang masih bayi. Lalu salah satu keluargaku berkata, “Kalau dia besar nanti, dia harus jadi seorang arsitek. Dia bisa sukses, punya uang banyak, dan bisa membahagiakan orang tua ataupun keluarganya.” Dari sana aku merasakan keadaan aku merasa sedang disindir dan dicela. Karena memang orang tua dan keluargaku menginginkan aku bekerja sebagai kontraktor ataupun arsitek.
Aku sadar kalau aku ternyata adalah seseorang yang gagal, dan aku juga seorang yang sensitif. Ternyata, dulu salah satu keluargaku pernah berkata begitu juga padaku ketika aku masih kecil. Aku dan mungkin banyak dari mereka yang merasakan hal dan kejadian yang sama. Mungkin kita akan kembali mengingat-ingat apa yang pernah dikatakan orang tua ataupun salah satu keluarga padanya.
Jika kamu sudah berusaha untuk mewujudkan keinginan orang tua dan keluarga, tapi gagal dan tidak mampu, jangan khawatir. Mungkin pilihan yang mereka pilihkan itu bukanlah pilihan terbaik untukmu. Karena sejatinya anak memiliki kebebasan memilih. Kebebasan kalian, aku, dan mereka menjadi apa yang selama ini kita mimpikan dan cita-citakan. Orangtua dan keluarga nantinya akan menyadari kesalahan pilihan mereka tersebut. (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Pekanbaru)