Bisakah Bayi Aqila Sembuh dari Hydrocephalus?
Sepekan setelah tim dokter RSUD Surabaya melakukan observasi, dilakukanlah operasi di kepala Aqila. Dokter menanam selang di balik kulit dan disalurkan ke usus, untuk mengalirkan cairan agar tak menumpuk berlebihan di otak. Sepekan kemudian Aqila dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang, dengan catatan setiap minggu, Senin dan Kamis, harus kontrol di RSUD Tuban.
Kontrol rutin itu guna memonitor perkembangan kesehatan si bayi. Selain itu guna mengetahui selang di tubuh Aqila, apakah masih pada posisi yang tepat. Hingga Aqila berusia 12 bulan, kontrol rutin dilaksanakan. "Setelah itu, kami kehabisan biaya untuk membawa Aqila mondar-mandir ke RSUD Tuban. Kami tak bisa secara rutin membawa Aqila ke rumah sakit," keluh Sucipto.
Menurut Sucipto, dulu ketika Pemkab Tuban masih beri bantuan dan dia masih bisa mengangsur BPJS sebulan Rp 76.500, Aqila bisa dikontrolkan secara rutin. Sesudah Pemkab tak memberi bantuan dan dia tak mampu bayar iuran BPJS, sejak itu Aqila tak bisa kontrol dengan rutin. “Sesekali jika ada yang memberi bantuan, saya baru bisa bawa Aqila kontrol,” tambahnya.
Sekarang usia Aqila sudah 19 bulan. Perkembangan kesehatannya relatif baik, meski secara fisik cukup menyedihkan. Sebab pada usianya kini, anak itu belum mampu mengangkat/menyangga kepalanya sendiri. Ini yang membuat Afitasari sang ibu, kerap dilanda kesedihan dan berguman, "Bisakah Aqila anakku sembuh dari penderitaan Hydrocephalus-nya".
Perangkat Desa Bopong Sugihwaras, Parengan, Tuban, tak henti-henti membantu mencari donatur bagi kesembuhan Aqila. Satu nomor disediakan perangkat desa, 082132352017, bagi donatur yang mungkin terketuk hatinya dan bersedia memberi bantuan demi kesembuhan Aqila Feby Anggraeni. Siapakah dermawan itu? (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah)