Mama, Selalu Ajari Aku untuk Bersyukur
- U-Report
Ketika aku menyampaikan keinginanku untuk membeli sesuatu barang, mama mendatangiku dengan lembut. Rupanya hari itu tak satu peser pun uang dia dapatkan. Dipeluk diriku dengan lembut dan dia katakan, “Sayang, kita bisa kan anggap ini hari libur? Mungkin hari ini belum saatnya Tuhan kasih rezeki uang, tapi lihat makanan yang berlimpah. Ini lebih dari cukup untuk kita.” Saat itu kupeluk dia dan aku berusaha untuk memahami bahwa ini adalah cara untuk tetap bersyukur apapun keadaannya.
Mulai saat itu, saya terus mencoba mensyukuri segala sesuatu hal yang terjadi di dalam hidup saya. Baik atau buruk, bahkan ketika senang maupun sedih. Karena tidak ada yang lebih indah dari sesuatu yang Tuhan berikan.
Mama, terima kasih atas dirimu yang kuat hingga aku menjadi kuat. Terima kasih atas dirimu yang selalu bersyukur, hingga aku menjadi pribadi yang selalu bersyukur. Seperti aku yang selalu mencintaimu setiap saat. (Tulisan ini dikirim oleh Nurul Choiruyatun, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila, Jakarta)