Ibu, Sang Pemersatu Keluarga

Ilustrasi lukisan Ibu.
Sumber :
  • Ibu

VIVA.co.id – Wajahnya mulai terlihat menua dan memiliki banyak keriput di wajahnya. Badannya yang kini telah berubah menggemuk adalah sebuah tanda betapa banyaknya pengalaman hidup yang telah ia jalani seumur hidupnya, hingga kini.

img_title Cerita Rahasia Kesuksesan, Verrell Bramasta: Dukungan dan Kasih Sayang Ibu

Namanya Sri Winarni, ia adalah ibuku. Ia adalah sosok pertama yang kukenal dalam hidupku. Ibu adalah sosok perempuan yang sangat penting dan berharga dalam hidupku. Ibuku yang kini berusia 55 tahun ini adalah sosok seorang ibu yang kuat, sabar, dan perhatian kepada anak-anaknya. Ibuku mempunyai cita-cita tinggi untuk mendidik anak-anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ibu anak ke tujuh dari dua belas bersaudara di keluarganya. Ibuku tidak memiliki pendidikan yang terlalu tinggi. Ia hanya bisa bersekolah hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama. Karena ia harus mengalah memberikan kesempatan kepada adik-adiknya agar bisa melanjutkan sekolah hingga SMA.

img_title 'Kisah Cinta Ibu' Momen Spesial Ungkapan Kasih Sayang Sambut Hari Ibu

Kehidupan ibuku bisa dikatakan tak mewah. Ia adalah seorang ibu rumah tangga biasa dan istri dari seorang Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang bernama Pak Prihatino. Ibu dulu pernah bekerja di sebuah pabrik untuk menambah penghasilan keluarga ini. Ibu bekerja di sana cukup lama. Namun sejak usiaku 3 tahun, ibu memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus mengurusku.

Di saat usiaku empat atau lima tahun, ibu dan bapakku sering sekali bertengkar. Di saat itu aku tidak mengerti mengapa mereka sering sekali bertengkar. Dan kadang aku yang tidak tega melihat ibuku dimarahi, mencoba untuk membelanya. Namun, aku tidak berdaya.

img_title Phoebe Rayakan Hari Valentine dengan Merilis Lagu

Hampir setiap hari mereka bertengkar, namun seiring berjalannya waktu pertengkaran di antara mereka pun sudah tidak pernah terjadi lagi. Saat itu pun kondisi ekonomi keluargaku cukup kurang. Mungkin itu yang menjadi salah satu penyebabnya.

Di pertengahan tahun 2004, ibu mengalami kecelakaan. Dirinya tidak sengaja ditabrak oleh sepeda motor dan membuat tulang selangkanya patah. Saat itu aku sangat sedih karena ibuku harus dirawat selama beberapa lama di klinik tradisional khusus patah tulang di daerah Cimande, Sukabumi, Jawa Barat. Aku yang masih kecil takut untuk ditinggal sendiri di rumah. Tidak seperti biasanya ada ibu yang selalu menemaniku.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut