Senyum Mama Segalanya Bagiku
- U-Report
Beberapa hari mama menangis meratapi nasibnya yang kurang beruntung. Namun, seperti yang sudah kubilang, mamaku adalah sosok yang istimewa. Ia tidak menyerah begitu saja dengan kerasnya kehidupan yang seolah tidak bersahabat dengannya. Setiap hari setelah selesai membantu ibunya mengurus adik-adik dan membantu pekerjaan rumah, mama diam-diam pergi ke majelis taklim. Di sana ia belajar Alquran serta membaca dan menulis. Tempat ini seakan mengobati kesedihan mama, yang bahkan tidak bisa masuk SD karena tidak adanya biaya.
Mama terus belajar dan belajar tanpa putus asa. Ia selalu minta diajarkan menulis, membaca, dan berhitung oleh teman-temannya yang lebih beruntung bisa bersekolah. Sejak usia remaja, mama sudah membanting tulang bekerja sebagai pelayan di toko sepatu di Jatinegara. Upah yang didapatkan ia berikan kepada nenekku, untuk membantu membiayai adik-adiknya yang masih kecil.
Di usia 20 tahun, mama bertemu dengan lelaki yang sangat tertarik kepadanya. Mamaku memang sangat cantik saat masih muda, tak heran banyak lelaki yang tertarik kepadanya. Lelaki yang satu ini berbeda, ia tak bosan mengunjungi mama di toko tempatnya bekerja. Walaupun awalnya tidak memiliki perasaan kepada lelaki ini, namun pada akhirnya mama luluh juga oleh kegigihannya. Ya, lelaki yang kumaksud adalah papaku. Seorang lelaki yang usianya 7 tahun lebih tua dari mama. Saat itu papa hanya berstatus buruh pabrik dengan gaji yang kecil.
Beberapa bulan mengenal satu sama lain, mama memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan bersama papaku. Awal pernikahan, kehidupan mama dihadapkan dengan kesulitan ekonomi. Dengan gaji papa yang hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari, terpaksa mama dan papa menyewa sebuah rumah kontrakan yang murah di pinggir kebun yang sangat gelap.
Mama menguatkan diri untuk bertahan walaupun rasa takut menghinggapinya. Namun, ia tak pernah mengeluh kepada papa. Ia takut membuat papaku bersedih. Butuh waktu lama sampai akhirnya perekonomian keluargaku membaik, dan papa diangkat sebagai karyawan tetap di pabrik tempatnya bekerja. Sedikit demi sedikit gaji papa ditabung untuk mencicil rumah sederhana di daerah Cimanggis, Depok.