Cara Mengambil Hati Anak Muda di Pilgub Jakarta

Cagub dan Cawagub Jakarta
Sumber :
  • U-Report

8. Buat Proses Pemilihan Tidak Ribet

img_title Kasih LKPP 2023 WTP, BPK: Ekonomi dan Sosial RI Pasca-Pandemi Relatif Pulih

Salah satu yang membuat anak-anak muda memutuskan untuk tidak memilih adalah karena proses pemilihan yang sangat rumit. Harus mengurus ini-itu, pergi ke sana-kesini, mengantri, dll. Mungkin hal ini bukan menjadi ranah calon gubernur melainkan KPU, namun tidak ada salahnya para calon gubernur menunjukkan kepedulian mereka untuk anak-anak muda yang ingin memilih, namun terkendala dengan proses birokrasi yang sangat ribet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

9. Perkenalan Diri yang Unik

img_title SYL Mengaku Jadi Korban Framing Opini: Seolah-olah Saya Manusia Rakus dan Maruk

Tak kenal, maka tak sayang. Pepatah ini masih berlaku untuk anak-anak muda di Jakarta. Kami tidak akan memilih pasangan yang tidak kami kenal. Untuk itu para calon gubernur wajib memiliki perkenalan diri yang baik agar seluruh masyarakat dapat mengetahui siapa mereka, dari mana asalnya, kenapa ingin maju, dan informasi-informasi lain seputar calon gubernur.

Para calon harus memikirkan cara perkenalan diri yang unik agar dapat mendapatkan perhatian dari anak-anak muda. Jangan melakukan perkenalan biasa melalui pidato atau tulisan di media. Para calon bisa membuat video-video kreatif atau membuat sebuah infografik untuk menjelaskan mengenai diri mereka. Dengan ini anak-anak muda akan lebih mengenal siapa calon pemimpin kami.

img_title Dampak Positif Boikot Produk Israel terhadap UMKM

10. Kampanye Bersifat Personal

Sering kali kampanye yang dibuat calon gubernur bersifat terlalu general, ditujukan untuk semua masyarakat tanpa membuat kampanye itu bersifat personal. Para calon gubernur harus mulai bisa membuat kampanye-kampanye yang sifatnya personal. Karena hal-hal yang bersifat personal akan meninggakan pesan dan kesan tersendiri bagi para pemilih.

Jika melihat cara Obama sewaktu pertama kali maju di pemilihan presiden melakukan kampanye door to door. Tim kampanye mendatangi rumah-rumah warga dan mengajak mereka untuk memilih atau sekadar menjelaskan mengenai calon yang mereka dukung. Hal ini mungkin memerlukan waktu dan tenaga yang banyak, namun akan meninggalkan pesan tersendiri karena bersifat personal. Strategi yang bisa dilakukan adalah memilih beberapa spot di Jakarta dan menargetkan beberapa lokasi yang padat penduduk atau padat anak-anak muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

11. Buat Sistem Sanksi dan Jalankan

Seperti yang sudah dikatakan di atas, anak-anak muda tidak menyukai janji-janji yang kosong. Kami sudah mengetahui bahwa banyak program yang dijanjikan di awal tidak akan semuanya dijalankan ketika mereka menjadi gubernur. Untuk itu, coba tantang diri sendiri dengan membuat sistem sanksi. Jika hal-hal yang dijanjikan di kampanye tidak terlaksana, maka calon gubernur akan memberikan hukuman bagi diri mereka. Hal ini akan memberikan pesan ke anak-anak muda bahwa calon gubernur ini bertanggung jawab dengan apa yang mereka janjikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut