Dio, Pemuda Padang yang Pantang Menyerah
Saat itu persaingan dalam seleksi mejadi lebih sulit. Karena hanya 12 orang yang akan dipilih untuk mewakili Jakarta Pusat. Karena semangat dan kegigihannya, Dio terpilih ke dalam 12 orang yang mewakili Jakarta Pusat. Hal itu pun semakin membuat dirinya termotivasi untuk menjadi atlet bola voli nasional.
Seiring berselangnya waktu, pertandingan antar daerah DKI pun dimulai. Dan lagi-lagi berkat semangat dan motivasinya yang kuat, Dio bisa membawa nama Jakarta Pusat menjadi juara kembali. Karena telah membawa nama Jakarta Pusat menjadi juara, otomatis nama Dio Zulfikri pun menjadi naik. Dan beberapa pelatih yang pernah melatihnya kini mulai merekomendasikan Dio untuk masuk ke dalam junior DKI untuk mengikuti turnamen yang lebih tinggi lagi.
Setelah masuk sebagai atlet di Tim DKI Jakarta, Dio pun semakin termotivasi untuk bisa mengikuti turnamen yang lebih tinggi. Namun, itu bisa dia capai setelah Turnamen Kejuaran Nasional antar provinsi se-Indonesia selesai. Sayangnya, saat membawa nama DKI Jakarta di ajang Kejurnas antar Provinsi Indonesia, Dio gagal membawa DKI Jakarta juara pertama dan hanya menjadi juara 3.
Usahanya untuk menggapai cita-citanya menjadi atlet voli nasional tidak hanya sampai di situ. Meskipun hanya menempati peringkat 3 se-Indonesia, nama Dio kini sudah menjadi pembicaraan para pelatih. Dan jasanya pun kini diperebutkan oleh pelatih-pelatih untuk diikutsertakan dalam ajang ProLiga (Liga Bola Voli Nasional).
Meskipun pada ajang turnamen Proliga Dio hanya menjadi cadangan, namun dia tidak berkecil hati. Dia sadar bahwa dirinya beruntung. Karena meskipun belum lama bergelut dalam dunia bola voli namun sudah bisa mengikuti liga yang bergengsi. Usianya yang waktu itu masih sangat muda (17 tahun) membuat dirinya berpikir bahwa jalan yang akan dia tempuh masih sangat panjang.
Meski tim yang dibawa Dio dalam liga bola voli tidak berhasil menjadi juara, namun namanya kini semakin dikenal oleh banyak orang. Bahkan, dia sekarang menjadi idola baru dalam dunia bola voli.
Tak berselang lama, namanya pun dipanggil kembali. Tapi kali ini untuk mengikuti ajang turnamen yang lebih tinggi dan bergengsi, yaitu Asean School Games U-18. Dio pun kembali mengikuti seleksi untuk membawa nama Indonesia ke kancah Internasional di cabang bola voli. Di luar dugaan, nama Dio pun kembali dipilih mewakili Indonesia untuk menghadapi negara-negara Asia Tenggara. Kebetulan saat itu (2014) Turnamen Asians School Games diselenggarakan di Indonesia, tepatnya di Surabaya.