Keindahan Gunung Salak yang Masih Asri
Bagian bawah kawasan hutan, semula merupakan hutan produksi yang ditanami Perum Perhutani. Tanaman pohon pinus terlihat dari daratan bawah. Warna hijau yang memberikan kesan eksotis dari Gunung Salak.
Beberapa jenis pohon yang ditanam di sini adalah tusam (Pinus merkusi) dan rasamala (Altingia excelsa). “Kurangnya papan nama untuk memberitahuan jenis tanaman serta lambatnya penanganan akan pohon yang mulai lebat dan menutupi papan penunjuk jalan menjadi salah satu kekurangan di jalur pendakian Gunung Salak,” tutur Dhani saat di depan Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Pancasila.
Satwa liar juga sering kita jumpai selama pendakian, karena masih alami hutan di kawasan tersebut. Suasana indah dan pemandangan bisa dinikmati ketika di Puncak. Banyak pendaki menunggu momen tenggelamnya matahari. Bogor yang terkenal sebagai kota hujan, hal itulah bakal dihadapi selama pendakian.
Kabut dari kawah ratu yang terletak di bawah membuat jarak pandang terbatas. Bau belerang seringkali menjadi kendala, karena semakin lama pendaki menghirup udara yang bercampur belerang akan membuat sesak napas. “Banyak kesan selama proses sampai puncak salak, itu tidak akan pernah bisa hilang dan akan terus menjadi pengalaman hidup. Momen yang diabadikan melalui foto akan terus teringat lalu ingin mendaki lagi,” kata Dhani. (Tulisan ini dikirim oleh Wisnu Hadi Kusuma - Fakultas IImu Komunikasi Universitas Pancasila)