Perjuangan Hidup Seorang Tukang Ojek Pangkalan
- VIVAnews/Maryadi
VIVA.co.id – Di ujung padatnya jalan Ibu Kota yang disertai kilaunya terik matahari, tampak sosok seorang pria paruh baya sedang menunggu dengan sabar. Bapak empat orang anak ini rela bekerja pagi, siang, ataupun malam di cuaca yang kurang menentu saat ini.
Ya, dialah Mulyadi. Seorang bapak berusia 54 tahun yang senantiasa menanti penumpang dan harus mengadu otak dengan berbagai macam saingannya demi menghidupi anak dan istrinya yang telah cukup lama menjadi teman hidup di kala ia susah maupun senang.
Pekerjaan ini terbilang sangat sederhana namun mampu menjadi sumber pemasukan di keluarganya. Bertempat tinggal di Jalan Batu Ampar III, Condet, Kelurahan Dusun, Jakarta Timur yang padat, bapak ini sudah puluhan tahun menjadi tukang ojek pangkalan. Di antara rekan-rekan seprofesinya, dialah yang sudah cukup lama menggeluti profesi ini. Dan biasa menunggu atau mangkal di pinggiran Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Berstatus sebagai tukang ojek, Pak Mulyadi tidak merasa lelah ataupun menyerah dengan profesinya ini. Di usia yang sudah tidak fit lagi, ia dapat membesarkan dan melihat anak-anaknya mengeyam pendidikan yang layak. “Saya merasa bangga karena dapat merawat kedua putra saya ini dengan baik, dan menyekolahkannya. Sampai saat ini, putra pertama saya sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), putra kedua saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan dua anak lainnya masih dalam asuhan ibunya yang berusia 2 dan 5 tahun,” ujarnya.
Pak Mulyadi mengaku sudah hampir 20 tahun menjadi tukang ojek pangkalan. Namun semangat dan ketekunannya tidaklah patah dengan segala benturan-benturan ekonomi yang saat ini memukul bagi masyarakat menengah ke bawah.
”Bagi saya dia adalah pahlawan dari hidup saya dan anak-anak. Selama puluhan tahun bersama, kerja kerasnya sangatlah mendidik bagi keempat anak saya. Ia yang selalu memberikan motivasi serta ajaran bagaimana cara bertahan hidup. Ia pun tidak pernah lupa bersyukur dengan apa yang didapatkannya, dan bisa memberikan keyakinan buat saya sendiri. Penghasilan yang didapat oleh suami saya tidaklah menentu. Namun saya selalu memberikan support dan masukan kepada suami saya agar tidak gampang menyerah,” papar istri Pak Mulyadi.