Bekerja untuk Membantu bukan Melanggar Lalu Lintas
Tentang peraturan tersebut Pak Jamal tidak mengetahuinya sama sekali. Ia selama ini nyaman-nyaman saja sebagai tukang parkir di Jalur Puncak. Tidak pernah ada petugas keamanan atau polisi yang melarangnya. “Selama saya bertugas, saya tidak tahu dan tidak ada yang memberi tahu sama sekali tentang peraturan-peraturan lalu lintas. Malahan saya dikasih rompi sama petugas polisi karena dianggap pekerjaan saya telah membantu tugas beliau,” ujarnya.
Pak Jamaludin mengaku semakin bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Baginya itu sebuah tanda bahwa pekerjaannya selama ini telah berjasa bagi orang lain dan telah diakui oleh kepolisian. Di zaman sekarang dengan persaingan yang tinggi, Pak jamal tidak memiliki pilihan pekerjaan lain. Karena pendidikan terakhir yang tidak sampai tamat sekolah dasar membuatnya sulit mencari pekerjaan.
Walau dengan penghasilan yang sangat pas-pasan, ia tetap bertahan dengan pekerjaannya. Tak terpikirkan olehnya jika harus kehilangan pekerjaan yang telah bertahun-tahun ia lakukan. Karena pekerjaannya ini, Pak Jamal begitu dikenal oleh warga sekitar bahkan ia dikenal oleh para petugas Polantas.
Meskipun di sisi lain keberadaan lahan parkir di sepanjang Jalan Raya Puncak sedikit banyak membuat kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di kawasan tersebut, namun menurut Pak Jamal hal itu disebabkan dari jalan yang sudah tidak sebanding dengan kendaraan yang lewat. Dan perlintasanlah yang menjadi masalah utama kemacetan di kawasan Puncak selama ini.
“Sebenarnya di sini bukan kita yang bikin macet. Jalannya seukuran begini, kendaraan yang lewatnya banyak banget Mas. Wajar saja kalau macet. Polisinya yang mengatur juga kewalahan. Kita malah sering bantu mereka mengatur jalanan,” tegasnya.
Penduduk sekitar pun sangat menghargai tugas Pak Jamal karena membantu mereka dalam menyeberang jalan serta mengatur lalu lintas. Seperti halnya yang diutarakan oleh Pak Andi, tukang ojek di dekat lahan parkir Pak Jamal. “Ya, beliau sangat berjasa buat kita. Dia sering membantu orang-orang sini menyeberang jalan. Tahu sendiri jalanan Puncak padat banget, dan turunannya curam. Jadi kita kadang takut untuk menyeberang apalagi kalau hari libur,” ujarnya.