Kaleng Kosong Itu Kado Spesial untuk Ibuku
- Pixabay/Freeimages9
Ravid pun menjadi pribadi yang resah dan gelisah. Tanpa ayah apa yang bisa diperbuatnya? Sementara Sulastri hanya bekerja menjadi pelayan toko supermarket yang tak jauh dari rumahnya. Dia membuang puntung rokoknya ke pinggir trotoar. Disibakkan rambutnya yang gondrong itu ke belakang. Lensanya menatap ke langit. "Tiga minggu telah berlalu, tapi aku belum bisa berpikir bagaimana caranya aku membahagiakan Ibuku. Sementara besok adalah ulang tahun Ibuku." katanya iba sambil menatap awan yang beredar di angkasa.
Iya, tepatnya dia kabur dari rumah untuk memberikan kejutan indah di hari ulang tahun ibunya yang ke 38. Setelah tiga bulan lalu ia menombak hati ibunya dengan kekecewaan yang teramat dalam. Ia merasa tak berguna dengan semua pribadi buruknya yang hanya suka begadang dan menjadi perokok aktif. Lihat, dalam sejam saja dia sudah menghabiskan sepuluh batang rokok.
Selama dia kabur dari rumah tiga minggu itu, ia tak sempat memikirkan bagaimana kondisi tubuhnya yang semakin memburuk karena kebanyakan zat nikotin yang telah dihisapnya bertahun-tahun semenjak SMP. Belum lagi tubuhnya yang awut-awutan. Pikirannya hanya terfokus pada sosok ibu yang telah melahirkannya dari dulu. Apa yang harus ia perbuat untuk membanggakan ibunya? Apa? Apa? Apaaaaaa...?Dalam batin ia menjerit dan menahan airmata.
Sejenak dia melihat bungkus rokok yang ada di depannya. Ia mengambilnya. Lalu memandanginya dengan seksama bungkus rokok itu. "Selama ini hidupku hanya habis untuk menghisap tubuhmu. Aku belum pernah memberikan hal indah untuk Ibuku. Aku adalah pecundang!" oceh dirinya sendiri. Dilemparnya bungkus itu dengan penuh emosi.
Langit cerah namun harinya tetap keruh. Malam berputar lebih cepat dari sebelumnya. Hari pun kembali beranjak pagi. Waktu itu Ravid menuntun langkahnya dengan gontai menyusuri jalan menuju rumahnya. Sambil menendang-nendang kaleng minuman yang sudah tak berisi. Bagaimanapun rindunya sudah berkecamuk di dalam dada. Mendadak terbesit dalam benaknya tentang kado spesial yang tak pernah dibayangkannya sama sekali. Dia mengambil kaleng itu, dan mengusap kotoran yang ada di sekeliling tubuhnya.