Memperbaiki Miskonsepsi dalam Pembelajaran

Kegiatan belajar mengajar
Sumber :

Selama empat hari, sejumlah 80 peserta melakukan curah pendapat dan pengalaman terkait materi atau implementasi dan berbagi pengalaman miskonsepsi siswa. Kemudian melakukan identifikasi, analisis penyebab, merumuskan solusi miskonsepsi dan pengamatan video ataupun percobaan.

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

Selanjutnya, peserta dipandu fasilitator dosen dari Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), melakukan pemantapan/pengayaan konsep serta kegiatan terakhir merancang skenario lembar kerja/diskusi implementasi dan pelaporan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain meluruskan miskonsepsi dalam pembelajaran, kegiatan TOT Modul 4 ini dilengkapi dengan kegiatan pendampingan. Menurut Khudori Muhammad, selaku teacher training officer Usaid Prioritas Jatim tujuan pelatihan terkait pendampingan adalah meningkatkan kemampuan fasilitator daerah terkait pengamatan pembelajaran dan kemampuan melaksanakan pendampingan kepada para guru.

img_title Driver Ojek Online Sedekah Jasa Antar Anak Yatim ke Sekolah

Pelatihan di hari ketiga, seluruh peserta wajib melakukan praktik pendampingan di SDN Percobaan 2 Malang, SDN Penanggungan Malang, SMPN 4 Batu, dan SMPN 6 Batu.

Anita Setyaningrum, guru kelas III di SDN Penanggungan Malang yang didampingi mengungkapkan, pendampingan yang telah dilaksanakan oleh peserta pelatihan dari Usaid Prioritas memberikan banyak masukan terkait cara mengajarnya. “Dengan didampingi saya menjadi tahu kesalahan yang saya lakukan saat mengajar dan apa saja yang perlu saya perbaiki,” terangnya.

img_title Avi Choir Avicenna, Paduan Suara Cilik yang Penuh Prestasi

Imam Sugiyanto, peserta yang mendampingi Anita Setyaningrum mengungkapkan ternyata tidak mudah saat melakukan pendampingan. “Tantangan yang paling sulit adalah bagaimana mendampingi guru tanpa terkesan menggurui dan mengkritik. Sehingga keterampilan dalam berkomunikasi sangat diperlukan dalam pendampingan,” ungkapnya.

Sementara itu, Program Usaid Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (Usaid Prioritas) adalah program lima tahun senilai $ 83,7 juta yang didanai oleh  United States Agency for International Development  (USAID). Program ini di desain untuk membawa pendidikan berkelas  dunia kepada  banyak siswa di Indonesia. Program Usaid Prioritas diimplementasikan di delapan provinsi. Yaitu Aceh, Sumut, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, Sulawesi Selatan, dan Papua. (Tulisan ini dikirim oleh Dian Kusuma Dewi, Malang)

Ilustrasi.

Pergilah Dinda Cintaku

Maafkan aku yang terlalu berlebihan mencintaimu.

img_title
VIVA.co.id
26 Februari 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut